Sunday, January 11, 2015

Surga Dunia Papua, Raja Ampat

Papua adalah salah satu bagian dari wilayah Indonesia yang harus kita akui bahwa kekayaan alamnya begitu memukau. Selain adanya tambang emas dalam bentuk gunung yang cukup besar, juga ada salah satu tempat yang bernama kepulauan Raja Ampat yang wajib masuk daftar tempat liburan Anda. Kepulauan Raja Ampat saat ini sudah mulai di ekspose keindahan alam nya yang sangat luar biasa. Tidak perlu kita harus jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan indahnya dan besarnya kuasa Tuhan atas alam yang sempurna. Raja Ampat adalah tempat yang sangat cocok sekali untuk Anda yang hobi dengan wisata air dan alam terlebih bagi Anda yang suka menyelam di laut. Dijamin kepuasan yang akan Anda dapatkan disini tidak akan dapat ditukar dengan apapun juga. 
Raja Ampat
Raja Ampat
Kabar baik untuk Anda adalah, Raja Ampat adalah salah tempat terbaik dari 10 tempat terbaik di dunia yang bisa Anda jadikan pilihan untuk menyelam dan menikmati keindahan surga bawah laut yang masih sangat alami. Dan juga Raja Ampat menjadi tempat nomer satu untuk beragam jenis hewan dan tumbuhan bawah laut yang paling lengkap di dunia. Di Papua, Raja Ampat adalah salah satu asset yang sangat dibanggakan dan tentu saja bagi masyarakat Indonesia menjadi tempat yang paling ingin dikunjungi. Walaupun akses ke tempat ini masih cukup sulit karena jauh di pelosok namun saat ini sudah banyak biro wisata yang memberikan fasilitas perjalanan ke Raja Ampat dengan mudah. Nikmati keindahan panorama yang tidak ada duanya disini dengan keramah-tamahan penduduk asli yang akan membuat Anda terpesona. Disini, ada banyak sekali jenis karang yang bisa Anda temui. Semua ekosistem laut yang ada disini wajib dan harus selalu dijaga agar keindahannya tetap bertahan selamanya. Salah satu pengalaman yang paling menegangkan sekaligus menakjubkan ketika Anda menyelam atau diving disini adalah berenang dan menyelam bersama ratusan ikan Barakuda, ikan hiu karang, atau penyu yang sedang menikmati makanannya sambil berenang di sekitar Anda. Tetapi tenang saja, Anda tidak akan dimakan oleh hewan tersebut selama pergerakan yang Anda lakukan tidak membuat mereka terancam. 
Istana Bawah Laut Raja Ampat
Istana Bawah Laut Raja Ampat
Ajaibnya, Anda bisa menemukan ikan duyung disini di tempat yang bernama Waigeo, Salawati dan juga Batanta. Untuk bisa mencapai kawasan kepulauan Raja Ampat ini, Anda harus menyiapkan uang yang cukup besar. Tidak ada salahnya sejak awal tahun Anda mulai menabung untuk jadwal wisata ke Raja Ampat di akhir tahun. Harga yang Anda bayar adalah wajar saja untuk sebuah kenikmatan dan kepuasan yang tak terhingga seperti ini. Dimana lagi semua itu bisa Anda dapatkan selain di Raja Ampat Papua?

Yang mau menelusuri raja ampat, silahkan cek Paket Wisata ke Raja Ampat bersama Dolanesia

Visit Jawa Tengah, Karimun Jawa

Masih seputar daerah wisata di Indonesia yang harus Anda kunjungi, Karimun Jawa masuk dalam daftar list tempat terindah yang harus Anda nikmati di saat liburan tiba. Kawasan ini berada di jawa tengah yang aksesnya cukup mudah untuk di jangkau walaupun Anda harus menyeberang melewati lautan. Namun tenang saja, semua rasa lelah setelah bekerja keras dan juga banyaknya aktivitas yang padat akan segera tergantikan dengan rasa takjub begitu Anda sampai di tempat ini. Untuk Anda yang berada di daerah Semarang, Yogyakarta dan sekitarnya maka berkunjung ke tempat ini di akhir pekan adalah salah satu gagasan yang sangat sempurna.
Karimun Jawa
Karimun Jawa
Karimun jawa adalah salah satu kepulauan yang terletak di kawasan laut jawa di daerah jawa tengah tepatnya berada di daerah Jepara yang juga terkenal akan khas nya hasil ukiran dan meubel dari kayu jati yang berkualitas tinggi. Saat ini tempat ini sudah mulai dikembangkan dan di promosikan sebagai kawasan taman laut yang patut Anda kunjungi. Biaya yang harus Anda keluarkan relatif terjangkau dan tidak akan membuat kantong jebol. Di pulau ini Anda bisa menemukan banyak sekali hewan langka yang dilindungi seperti penyu hijau, elang laut dada putih dan juga penyu sisik. Anda juga bisa menemukan terumbu karang yang masih sangat alami dan indah, hutan pantai yang juga menyejukkan mata dan hutan bakau yang dirawat dengan baik oleh warga sekitar. Pantai yang berada di kawasan ini rata-rata memiliki ombak yang tidak besar sehingga bagi Anda yang hobi berenang dan menyelam atau snorkeling disini bisa terpuaskan tanpa takut harus hanyut atau tenggelam. Pantainya jelas tertutup sempurna dengan pasir putih yang berkilau indah, semakin sempurna untuk Anda yang ingin mengabadikan moment indah bersama pasangan disini. Untuk menuju ke tempat ini Anda bisa naik kapal dari semarang atau Jepara dengan menggunakan fasilitas kapal cepat dengan lama waktu penyeberangan selama 2 hingga 3 jam saja. Untuk bisa sampai ke tempat ini Anda harus paham jadwal penyeberangan karena tidak setiap hari. Dan bisa dibatalkan jika situasi atau cuaca tidak kondusif. 
Perahu Karimun Jawa
Perahu Karimun Jawa
Untuk Anda yang menggunakan kendaraan pribadi juga bisa dinaikkan di kapal sehingga sesampainya di Karimun Anda tidak perlu bingung mencari alat transportasi. Walaupun disana juga telah tersedia jasa sewa alat transportasi dengan harga yang terjangkau. Jangan lupa nikmati sajian cumi bakar khas Karimun yang bisa Anda nikmati sembari menanti matahari tenggelam di sore hari. Tersedia juga cottage atau resort dan hotel khusus backpacker untuk Anda menginap disini. Atau bisa mendirikan tenda di pinggir pantai. Keindahan kepulauan Karimun Jawa sungguh tidak bisa ditukar dengan apapun juga. 

Friday, January 9, 2015

Eksotisme Istana Air Tamansari

Istana Air Tamansari adalah salah satu destinasi wisata yang terkenal di Jogjakarta. Bukan rahasia lagi bahwa Jogjakarta atau Yogyakarta adalah salah satu kota tujuan wisata yang sangat terkenal di Indonesia. Setiap tahun, tercatat ratusan ribu wisatawan berkunjung ke kota ini. Seperti yang telah banyak diketahui bahwa di kota ini ada banyak tujuan atau objek wisata yang bisa dikunjungi. Setiap objek menawarkan sensasi dan pengalaman yang berbeda, dan Tamansari adalah salah satunya.
Istana Air Tamansari
Istana Air Tamansari
Mengapa disebut sebagai istana air? Tamansari adalah sebuah spot special yang terletak di sebelah selatan kraton Yogyakarta. Tamansari sudah menjadi ikon wisata sejak dahulu, dan sejak beberapa tahun lalu, turis atau wisatawan akan menemukan sesuatu yang berbeda, Tamansari telah mengalami pemugaran yang membuatnya justru semakin indah. Bangunan tua yang dulu berdiri telah diperbaiki dan ditata kembali, dengan tujuan untuk memanjakan pengunjung yang ingin menjelajahi tempat ini. 

Begitu memasuki komplek istana air Tamansari, pengunjung akan langsung dimanjakan dengan eksotisme bangunan tua yang mengusung desain khas kesultanan Yogyakarta. Istana ini, menurut sejarahnya dipakai oleh raja – raja Mataram untuk membersihkan atau mensucikan diri di bulan – bulan yang dianggap sakral. Dibangun antara tahun 1758 – 1769 oleh Sultan Hamengkubuwono I, Tamansari merupakan sebuah komplek indah yang secara khusus memang dibuat untuk membersihkan diri. Meski bentuk yang ada saat ini berbeda dengan waktu pertama kali dbuat, namun pengunjung tetap saja akan merasakan aura mistis yang cukup kental yang berbalut dengan keindahan sebuah istana khas Jawa.
Jelajah Istana Air Tamansari
Jelajah Istana Air Tamansari
Di dalam komplek masih ada beberapa bangunan tua yang hingga saat ini masih dipertahankan keberadaanya, yaitu Sumur Gumuling, Gedhong Gapura Hageng, Umbul Pasiraman, Gedhing Gapura Panggung dan beberapa bangunan lainnya. Seperti halnya objek wisata lain yang berada di sekitar Keraton Kasultanan Yogyakarta, Tamansari juga tidak luput dari cerita mistis, mitos, legenda atau apapun namanya. Konon, melalui salah satu bangunan yang ada di dalam komplek Tamansari, yakni Sumur Gumuling, Sultan – Sultan Yogyakarta bertemu dengan istri gaibnya, yakni Kanjeng Nyai Ratu Kidul. Selain itu, banyak pula yang percaya bahwa jalan menuju ke istana Ratu Kidul masih ada hingga saat ini dan masih dapat dilalui meskipun pihak pengelola tempat tersebut sudah menutupnya untuk pengunjung.

Untuk menuju Tamansari tidaklah sulit, cukup berjalan kaki atau menggunakan becak atau kendaraan lain menuju ke sebelah selatan Keraton Yogya. Jarak yang ditempuh untuk sampai ke sana tidaklah terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit perjalanan dari keraton. Seringkali, terutama di hari Minggu, pihak pengelola mengadakan acara – acara khusus yakni pertunjukan tari dan gamelan yang secara khusus memang ditujukan bagi para pengunjung.

Thursday, January 8, 2015

Candi Tara, Bukti Kehebatan Nenek Moyang

Ketika membicarakan Candi sebagai tujuan wisata, banyak orang yang hanya teringat dengan dua candi besar saja, yakni Prambanan serta Borobudur. Padahal, di wilayah utara Yogyakarta hingga sebelah selatan provinsi Jawa Tengah, ada banyak Candi yang dapat ditemui, salah satunya adalah Candi Tara. Candi ini letaknya di sebelah barat Candi Prambanan dan berada di sebelah timur pusat kota Yogyakarta. Menurut para ahli sejarah, berdasarkan prasasti Panagari yang ditemukan, Candi Tara memiliki kaitan erat dengan Borobudur, terutama karena keduanya sama – sama merupakan Candi Budha. Sejarah juga mencatat bahwa candi Tara ini juga dibuat oleh Rakai Penangkaran atau orang yang sama yang membuat konsep Borobudur. Namun, karena letaknya yang berada di daerah Kalasan, maka banyak orang yang menyebutnya sebagai Candi Kalasan.
Candi Tara
Candi Tara
Selesai dibangun sekitar tahun 778 SM, candi ini diketahui merupakan yang tertua di Jogjakarta. Konon Candi Tara dibangun sebagai hadiah perkawinan Pancapana yang merupakan putra dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani yang merupakan putri dari dinasti Syailendra. Candi ini, selain sebagai hadiah perkawinan juga sekaligus dipakai sebagai biara untuk memuja Dewi Tara serta tempat tinggal para pendeta yang hidup di jaman itu.

Seperti halnya Candi – candi lain di sekitar Jogjakarta, Candi Tara juga memiliki relief – relief yang diukir pada permukaannya. Salah satu relief yang terukir di sana adalah relief pohon dewata serta awan lengkap dengan penghuni khayangan yang sedang memainkan berbagai bunyi – bunyian. Di dalam relief tersebut, terlihat para penghuni khayangan sedang memainkan rebab, camara serta kerang. Terdapat pula gambar kuncup bunga, sulur – suluran serta dedaunan. Menurut para ahli, relief yang ada pada candi Tara ini sangat khas dan istimewa karena dilapisi dengan menggunakan Brajalepha atau sejenis semen kuno yang dibuat dari getah pohon tertentu. 

Di sekeliling candi, pengunjung akan dapat melihat stupa – stupa yang bertinggi sekitar 4.6 m. Jumlah stupa yang ada di sekitar Candi Kalasan atau Candi Tara ada 52 buah. Sayangnya,. Stupa – stupa tersebut tidak lagi utuh karena telah rusak termakan usia. Meski demikian, pengunjung masih dapat menikmati keindahannya.

Keberadaan Candi Tara atau Candi Kalasan secara tegas membuktikan bagaimana kehebatan nenek moyang kita yang hidup di jaman dahulu. Rakai Penangkaran yang merupakan konseptor candi ini dan Candi Borobudur berhasil menunjukkan kepada kita, manusia sekarang, bahwa dirinya yang hidup di jaman dahulu memiliki kemampuan luar biasa untuk membuat bangunan megah yang mampu bertahan hingga berabad – abad. Bahkan, menurut beberapa sumber terpercaya, Rakai Panangkaran bukan hanya membangun candi di tanah Jawa saja, namun juga telah berhasil membangun candi di Thailand.

Wednesday, January 7, 2015

Istana Ratu Boko, Istana Tempat Menyepi

Istana Ratu Boko merupakan salah satu bangunan megah di wilayah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut penelitian dan berbagai bukti yang ditemukan, Istana ini merupakan salah satu bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, yakni salah satu anak keturunan Wangsa Syailendra. Dari catatan sejarah itu pula diketahui bahwa nama dari tempat tersebut awalnya adalah Abhayagiri Vihara yang berarti biara di atas bukit yang penuh dengan kedamaian. Wajar saja, karena memang tujuan dibangunnya tempat tersebut adalah memang sebagai tempat menyepi dan mendekatkan diri kepada hal – hal yang berbau spiritual.

Istana Ratu Boko
Istana Ratu Boko
Dari istana Ratu Boko, pengunjung akan dapat merasakan kedamaian sekaligus udara segar sambil menikmati pemandangan kota Yogyakarta dan Prambanan yang berlatar kemegahan Gunung Merapi. Hal itu bisa didapat karena istana ini letaknya berada di sekitar 196 meter di atas permukaan laut. Luas areal istana sendiri adalah sekitar 250.000 m persegi yang terbagi menjadi empat bagian, yakni. Barat, tengah, tenggara serta timur. Pada bagian tengah terdapat gapura utama, lapangan, kolam, candi pembakaran, batu berumpak dan paseban. Pada bagian tenggara terdapat balai- balai, pendopo, 3 candi, kolam serta kompleks untuk para putri atau keputren. Di bagian timur terdapat kompleks gua, stupa dan kolam. Sedangkan di bagian barat terhampar perbukitan yang menambah kesan indah.

Terdapat dua gapura di bagian tengah, yang pertama memiliki 3 pintu sedangkan yang kedua 5 pintu. Pengunjung yang cermat akan menemukan bahwa ada tulisan “Panabwara”. Menurut sejarahnya, tulisan tersebut dibuat oleh Rakai Panabwara, yakni keturunan Rakai Panangkaran yang mengambil alih istana Ratu Boko. Tujuan ditulisnya nama tersebut adalah untuk menunjukkan hegemoni yang dimilikinya atas istana tersebut.

Istana Ratu Boko
Istana Ratu Boko
45 meter dari gapura kedua, pengunjung akan dapat menemukan Candi Batu Putih. Yakni sebuah candi yang dibuat dengan menggunakan batu putih. Terdapat pula candi Pembakaran yaitu candi bujur sangkar yang memiliki 2 buah teras. Candi itu sendiri berdiameter 26 X 26 meter. Sesuai dengan namanya, candi tersebut memang dibuat untuk digunakan sebagai tempat pembakaran jenazah. Di sekitar candi tersebut terdapat pula batu berumpak dan kolam.

Terdapat pula sebuah sumur yang konon katanya bernama Amerta Mantana atau yang berarti air suci yang diberi mantra. Hingga saat ini pun air dari sumur tersebut masih sering digunakan karena dipercaya oleh sebagian orang dapat memberikan keberuntungan bagi siapa saja yang menggunakannya. Saat ini, air sumur itu juga dipergunakan oleh umat Hindu terutama sehari sebelum hari raya Nyepi atau yang disebut Tawur Agung. Oleh karena itu, untuk dapat menyaksikan prosesi acara tersebut, pengunjung harus pergi ke Candi Prambanan sehari sebelum hari Raya Nyepi berlangsung.

Kotagede, Bukti Kejayaan Mataram Islam

Salah satu tempat yang wajib untuk Anda datangi ketika berkunjung ke kota Yogyakarta adalah Kotagede. Menurut sejarahnya, wilayah Kotagede adalah cikal bakal berdirinya kerajaan Mataram Islam. Didirikan oleh Ki Gede Pemanahan, wilayah tersebut mulanya adalah sebuah hutan yang bernama Alas Mentaok. Hutan tersebut tersebut merupakan hadiah dari Sultan Hadiwijaya atas keberhasilan Ki Gede Pemanahan mengalahkan musuh – musuh kerajaan Pajang.

Kotagede Yogyakarta

Lambat laun, wilayah tersebut mulai ramai dan makmur dan puncaknya adalah ketika Kotagede dipimpin oleh Senopatu Ing Alaga, yang merupakan putra dari Ki Gede Pemanahan. Oleh Senopati Ing Alaga, kota tersebut kemudian dibangunkan benteng dalam atau Cepuri dan benteng luar atau baluwarti. Dilengkapi pula oleh parit yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap musuh. Pada masa kepemimpinannya, Senopati sempat diminta untuk membantu Pangeran Benawa, yakni putra Sultan Hadiwijaya yang kalah dalam perebutan tahta dengan Pageran Arya Pangiri. Dengan bantuannya, Arya Pangiri berhasil dikalahkan dan tata pajang ditawarkan kepadanya, namun ditolak. Namun, pangeran Benawa kemudian wafat dan mau tidak mau Senopati harus duduk sebagai pemegang tahta, yang kemudian bergelar Panembahan Senopati. Oleh beliau, pemerintahan Pajang yang berganti nama menjadi Mataram, kemudian dipindahkan ke Kotagede.

Selama pemerintahan Beliau, Mataram Islam tumbuh dengan pesat hingga wilayah kekuasaanya menjadi semakin luas hingga ke Madiun, Pati, Kediri, dan Pasuruan yang kini berada di wilayah Jawa Timur. Panembahan Senopati sendiri wafat tahun 1601 dan dimakamkan di Kotagede. Mataram Islam sendiri mencapai puncak kejayaan ketika Sultan Agung Hanyakrakusumo menjadi raja. Dan pada tahun 113, Sultan Agung memindahkan pusat pemerintahan ke Karta di daerah Plered yang sekaligus menandai berakhirnya Kotagede sebagai pusat pemerintahan.

Meski sudah tidak lagi dipakai sebagai pusat pemerintahan, namun Kotagede masih saja ramai dan makmur. Di sana, berbagai peninggalan masih dapat ditemukan hingga saat ini dan menjadi atraksi tersendiri bagi pengunjung, yakni makam raja – raja Mataram, rumah – rumah tradisional dengan arsitektur khas Jawa kuno, tata kota yang masih berpatokan pada tata kota jaman dahulu hingga reruntuhan benteng Mataram Islam.

Di samping itu, pengunjung juga akan dapat menemukan beragam tempat menarik lainnya di Kotagede seperti pasar Kotagede yang merupakan peninggalan Panembahan Senopati, kompleks makam raja – raja pendiri Kotagede, masjid Kotagede yang merupakan masjid tertua di Yogyakarta dan lain sebagainya. Selain peninggalan – peninggalan masa lalu, Kotagede juga saat ini dikenal sebagai sentra industri perak. Jika pengunjung ingin mengetahui dan menyaksikan langsung bagaimana berbagai perhiasan perak dibuat, maka dengan memasuki wilayah ini, mereka akan menemukan banyak bengkel kerajinan perak. Kerajinan perak yang dibuat oleh para pengrajin di Kotagede sudah sangat terkenal hingga ke manca Negara.

Monday, January 5, 2015

Pantai Pok Tunggal, Ikon Baru Gunungkidul

Selain bangunan – bangunan tua bersejarah, Yogyakarta juga terkenal dengan objek wisata pantai yang dimilikinya. Parangtritis di Kabupaten bantul, Indrayanti di kabupaten Gunungkidul dan Pantai Glagah di kabupaten Kulon Progo hanyalah beberapa pantai yang sudah sangat terkenal. Namun, meski telah banyak pantai yang dieksplorasi oleh Dinas Pariwisata maupun masyarakat, masih ada beberapa pantai di provinsi ini yang terbilang masih belum terjamah, salah satunya adalah Pok Tunggal.

Pantai Pok Tunggal

Pok Tunggal sendiri adalah salah satu pantai di wilayah tenggara Yogyakarta, atau tepatnya di kabupaten Gunung Kidul yang hingga saat ini terbilang masih belum terjamah. Namun, suasana yang begitu berbeda, bila dibandingkan dengan pantai – pantai lain, akan langsung terasa ketika sampai ke sana. Pengunjung akan langsung disuguhkan dengan hamparan pasir putih yang begitu luas dari ujung timur hingga barat. Pasir di pantai ini begitu bersih, belum banyak sampah, hal itu karena memang belum banyak wisatawan yang mengetahui dan berkunjung ke pantai ini.

Pengunjung juga akan melihat deburan ombak dengan airnya yang begitu biru. Suasananya yang masih relatif sepi, membuat setiap pengunjung merasa tenang dan nyaman serta betah berlama – lama di sana. Ikon pantai ini adalah sebatang pohon Duras yang tumbuh rindang di bibir pantai. Pohon ini sangat disakralkan oleh masyarakat setempat, hingga pengunjung dilarang untuk memanjatnya. Selain itu, pohon ini dikenal sangat sulit untuk tumbuh apalagi besar, sehingga wajar apabila keberadaanya di pinggir pantai ini menjadi sangat menarik. Keberadaan pohon Duras itulah yang kemudian menjadi alasan mengapa pantai ini disebut Pok Tunggal.

Pantai Pok Tunggal


Selain pasir, ombak dan pohon Duras, suguhan lain yang sangat istimewa adalah barisan tebing karang yang berkesan seperti benteng bagi pantai ini. Barisan karang tersebut tingginya sekitar 50 meter sehingga mungkin Anda yang memiliki hobi panjat tebing dapat mencobanya. Di tebing – tebing itu, masih terdapat beberapa hewan liar, salah satunya adalah monyet.

Pengunjung yang ingin bersantai tidak perlu khawatir karena mereka dapat menyewa payung pantai atau jika ingin lebih besar, ada persewaan tenda dome. Tentunya, akan menjadi satu pengalaman yang sangat mengasyikkan dan tak terlupakan ketika dapat menyaksikan matahari tenggelam di pantai ini.

Untuk menuju ke pantai Pok Tunggal cukup mudah. Letaknya berada di kabupaten Gunungkidul atau sebelah Tenggara pusat kota Yogyakarta. Untuk ke sana, Anda dapat menumpang kendaraan umum, tetapi apabila Anda ingin kenyamanan lebih, Anda dapat menggunakan mobil. Posisi pantai ini berada di antara Pantai Siung dan Pantai Indrayanti. Bagi pengemudi yang menuju ke sana, harus ekstra waspada karena untuk memasuki wilayah pantai ini jalannya cukup menantang, selain terjal juga sempit dan berbatu. Namun, ketika semua itu sudah terlewati, pemandangan indah pantai Pok Tunggal siap untuk Anda nikmati.