Showing posts with label gunung. Show all posts
Showing posts with label gunung. Show all posts

Saturday, October 31, 2015

Tempat Di Indonesia Yang Sangat Cocok Untuk Menyaksikan Milky Way

9Tempat Terbaik di Indonesia Untuk Menyaksikan Milky Way. Assalamualaikum  trip-er, kali ini Mari NGEtrip akan membahas tempat-tempat di Indonesia yang sangat cocok untuk menikmati fenomena alam berupa Milky Way. Sudah pada tau belum apa itu Milky Way? Milky Way bila diterjemahkan ke dalam Bahas Indonesia artinya adalah Bima Sakti. Milky wayini adalah galaksi spiral yang memiliki 200-400 milyar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya. Di dalam galaksi Milky Way inilah terdapat sistem Tata Surya, yang di dalamnya terdapat planet Bumi. Galaksi Milky Wayini terlihat seperti pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau “aura” cemerlang ini adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di bidang galaksi. Jika Kita ingin melihat Milky Way, waktu terbaik untuk melihatnya adalah di kisaran bulan April – Agustus, lebih tepatnya yaitu di musim kemarau. Di saat malam cerah, Milky Way dapat dilihat dengan mata telanjang gan . sebenarnya pemandangan Milky Way bias kita saksikan dari mana saja dengan catatan tempat tersebut harus minim atau bahkan tidak ada polusi cahaya. Itulah kenapa kita jarang dan bahkan hamper tidak bias menyaksikan si Milky dari daerah perkotaan.
Foto By: kaskus

Sehingga tempat-tempat yang cocok untuk menikmati Milky Wayadalah di daerah pegunungan, karena di daerah pegunungan hamper tidak ada polusi cahaya dan dapat memandang langit tanpa penghalang. Berikut beberapa tempat di Indonesia yang sangat cocok untuk menikmati Milky Way.

1. Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah

Foto By: kaskus

Tempat terbaik di Indonesia untuk menikmati Milky Way yang pertama adalah Dataran Tinggi Dieng di Wonosobo, Jawa Tengah. Dalam dingin yang menyelimut, Kita bisa menyaksikan pesona ribuan bintang dalam bentangan langit di atas Telaga warna, Candi Arjuna, Gunung Prau, Dieng ataupun di Bukit Sikunir. Kita dapat menyaksikan Milky Way di Dataran Tinggi Dieng sekitar pukul 23.00 – 04.00.

2. Gunung Bromo, Jawa Timur

Foto By: kaskus

Tempat terbaik di Indonesia untuk menikmati Milky Way yang kedua adalah di Gunung Bromo Jawa Timur. Meskipun tempat ini sudah menjadi spot favorit oleh para wisatawan baik domestik maupun asing, namun pesona yang diberikan oleh alam Bromo tidak pernah habis. Bukan saja hanya dapat melihat sunrise, sunset, dan hamparan pasir luas bak Gurun Sahara, di Gunung Bromo kita pun dapat melihat fenomena Milky Way. Fenomena Milky Way di Gunung Bromo bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terindah di dunia. (Baca Juga : Pesona Bromo, Negeri di Atas Awan)

3. Gunung Gede, Jawa Barat
Foto By: kaskus

Tempat terbaik di Indonesia untuk menikmati Milky Way yang ketiga adalah Gunung Gede di Jawa Barat. Gunung Gede berada di Taman Nasional Gede Pangrango dan terletak di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Di siang hari, suhu udara di Gunung Gede berkisar 18 derajat celcius sementara suhu puncak di malam hari bisa mencapai 5 derajat celcius . Untuk melihat Milky Way, berkemahlah di alun-alun Suryakencana yang ditutupi hamparan bunga edelweiss. Sambil berkemah, Kita dapat menikmati langit malam yang dihiasi Milky Way.

4. Segara Anakan, NTB

 Foto By: kaskus
Tempat terbaik di Indonesia untuk menikmati Milky Way yang keempat adalah Segara Anakan di Nusa Tenggara Barat. Segara Anakan (artinya Anak Laut) adalah danau kawah Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Danau Segara Anakan adalah salah satu tempat terbaik untuk melihat Milky Way di Indonesia. Kita dapat berkemah di tepi Danau Segara Anakan dan menikmati indahnya fenomena Milky Way di malam hari.

5. Desa Wae Rebo, NTT

Foto By: kaskus

Tempat terbaik untuk melihat Milky Way di Indonesia yang berikutnya terletak di timur Indonesia. Sudah pernah mendengar nama Desa Wae Rebo? Desa Wae Rebo ini terletak di Kabupaten Manggarai, Kecamatan Satarmese Barat, Desa Satar Lenda. Di Desa Wae Rebo, Kita dapat menjumpai tujuh buat rumah kerucut Flores yang dinamakan Mbaru Niang. Walaupun di Desa Wae Rebo sudah ada listrik, namun Desa Wae Rebo masih cukup bersih dari polusi cahaya. Itulah sebabnya mengapa Milky Way dapat terlihat cukup jelas dari Desa Wae Rebo.

6. Pantai Gunung Kidul, Yogyakarta

Foto By: kaskus

Tempat terbaik untuk melihat Milky Way di Indonesia yang keenam adalah beberapa pantai di Gunung Kidul Yogyakarta (Baca: 16 Pantai IndahDi Gunung Kidul). Tak harus mendaki gunung untuk dapat melihat Milky Way. Di pantai-pantai di Gunung Kidul pun Kitaa dapat melihat Milky Way. Sebut aja di Pantai Krakal, Pantai Kukup, dan Pantai Drini. Bagi Agan/ Sista yang nggak doyan mendaki gunung namun tetap ingin melihat Milky Way, pantai-pantai di Gunung Kidul ini dapat menjadi opsi terbaik.

7. Pulau Kepa, Alor, NTT

Foto By: kaskus

Tempat terbaik untuk melihat Milky Way di Indonesia yang ketujuh adalah Pulau Kepa, Alor , NTT. Nusa Tenggara Timur memang surganya Milky Way. Selain di Desa Wae Rebo, Kita juga dapat melihat Milky Way di Pulau Kepa, Alor. Pulau Kepa ini memiliki pantai berpasir putih dengan laut biru jernih yang menyimpan keindahan terumbu karang. Di malam hari, Kita dapat melihat kelap-kelip biru ratusan plankton di lautan. Keindahan kelap-kelip biru plankton itu bersanding dengan jutaan kerlip bintang dari Milky Way di langit malam. Dijamin Kita akan betah melihatnya semalaman.

8. Ranu Kumbolo, Gunung Semeru

Foto By: kaskus

Tempat terbaik untuk melihat Milky Way di Indonesia yang kedelapan adalah di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru. Ranu Kumbolo adalah danau air tawar yang terletak di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Danau Ranu Kumbolo ini menjadi tempat transit bagi para pendaki dalam perjuangan mereka menaklukkan puncak Mahameru. Para pendaki dapat mendirikan tenda di dekat Danau Ranu Kumbolo dan di malam hari, mereka akan menyaksikan gugusan bintang Milky Way.

9. Tanjung Papuma

Foto By: kaskus

Tempat terbaik untuk melihat Milky Way di Indonesia yang terakhir adalah di Tanjung Papuma, Jember. Tanjung Papuma terletak di Kecamatan Wuluhan, 45 km arah selatan Kota Jember. Tanjung Papuma ini memiliki keindahan pantai nan eksotis. Pantainya berpasir putih, dengan batu-batu karang besar dan sebuah pulau karang di tengah laut yang dinamai Pulau Kodok. Papuma sendiri merupakan akronim dari Pasir Putih Malikan. Di pantai ini memang terdapat batu-batu malikan yang dapat mengeluarkan bunyi serupa musik saat terkena ombak. Tanjung Papuma ini menjadi salah satu tempat terbaik di Indonesia untuk melihat Milky Way.

Itulah tempat-tempat di Indonesia yang sangat cocok untuk menikmati Milky Way, mungkin masih banyak sebenarnya tempat-tempat di Indonesia yang belum sempat terekspos. Indonesia memang kaya akan keindahan alamnya, sudah sewajarnya kita untuk bangga dan menjaga keindahan itu.

Mungkin pada kesempatan berikutnya Mari NGEtrip akan coba berbagi tips tentang bagaimana memotret Milky Way agar hasilnya terlihat keren. Sekian dulu tulisan mengenai tempat terbaik di Indonesia untuk menikmati Milky Way. Mari NGEtrip dan terus lestarikan keindahan alam dan wisata Indonesia.

Sumber : Kaskus

Wednesday, September 2, 2015

Tips Menikmati Blue Fire Di Kawah Ijen

Tips Menikmati Blue Fire Di Kawah Ijen. Mari NGEtrip kali ini akan berbagi tips dan trik cara menikmati fenomena blue fire di Kawah Ijen. Karena dari cerita Mbak Nevyta kemaren (Baca : Menikmati Panorama Kawah Ijen Banyuwangi) sayang sekali mereka belum bisa menyaksikan fenomena api biru yang terkenal itu. Maka dari itu di sini saya akan berbagi sedikit tips bagi teman-teman yang akan NGEtrip ke Kawah Ijen supaya bisa menyaksikan blue fire.

Foto By : NusantaraTrip.com

1. Tips Menikmati Blue Fire Di Kawah Ijen yang pertama adalah menentukan jadwal pendakian yang tepat. Blue Fire muncul diantara celah celah bebatuan antara pukul 01.00-02.00 WIB, fenomena ini akan perlahan tak terlihat saat matahari mulai terbit. Biasanya, ratusan orang akan berkumpul di Kawah Ijen untuk melihat fenomena ini, kemudian dilanjutkan melihat indahnya matahari terbit. Sedangkan perjalanan menuju Kawah Ijen memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari kota Banyuwangi sampai di pos pendakian Paltuding. Dari Paltuding berlanjut treking menuju puncak gunung Ijen dengan waktu tempuh antara satu setengah hingga dua jam perjalanan sesuai kondisi fisik masing2.

2. Tips Menikmati Blue Fire Di Kawah Ijen berikutnya adalah Untuk menuju bawah Kawah Ijen demi melihat api biru maka disarankan menyewa seorang pemandu setempat yang berpengalaman. Mereka hapal pijakan batu yang aman dan waktu serta lokasi terbaik untuk foto. Selain peralatan treking yang ringan dan bekal air minum, jangan lupa membawa sapu tangan basah atau masker penutup hidung yang sangat diperlukan di sini karena seringkali arah angin membawa asap menuju ke jalur penurunan. Tanpa masker, di sekitar lokasi penambangan maka Anda akan selalu dipaksa memunggungi kawah.

3. Tips Menikmati Blue Fire Di Kawah Ijen yang ketiga adalah demi alasan keamanan, pendakian dari Paltuding ditutup selepas pukul 14.00 karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Idealnya pendakian dilakukan pagi hari sebelum belerang naik. Jika mendaki di atas pukul 10.00 maka kecil kemungkinan bisa melihat kawah secara utuh. Barang sebentar asap membekap sebelum akhirnya terusir angin dan sebagian kawah tersingkap. Begitulah hal tersebut berulang terjadi.

Foto By : cunicandrika.com

4. Tips Menikmati Blue Fire Di Kawah Ijen yang keempat adalah apabila Anda berniat berpetualang lebih jauh maka dapat mengelilingi kaldera di kawasan ini tetapi persiapkan fisik dan perlengkapan trekking yang lengkap karena perjalanan memakan waktu mencapai 8 hingga 10 jam berjalan kaki.

5. Tips Menikmati Blue Fire Di Kawah Ijen yang kelima taatilah rambu-rambu demi keselamatan Anda, terutama untuk tidak turun ke pinggiran kawah karena keselamatan menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Foto By : Nevyta

6. Tips Menikmati Blue Fire Di Kawah Ijen yang terakhir apabila Anda ingin memfoto para penambang belereng di sekitar kawah atau saat pendakian maka jangan mengarahkan kamera langsung ke wajah. Kalaupun ingin mengambil foto close up maka sebaiknya lakukan dari jarak jauh dengan lensa tele. Tidak ada salahnya Anda menyediakan sebungkus rokok atau kembang gula untuk media pergaulan saat berbaur dengan penambang tersebut.

Foto By : Nevyta


Nah itu beberapa Tips Menikmati Blue Fire Di Kawah Ijen yang keempat semoga teman-teman yang ingin NGEtrip ke Kawah Ijen bisa menikmati dan jangan lupa jaga keselamatan dan jaga kebersihan. Lestarikan keindahan alam dan wisata Indonesia.

Tuesday, September 1, 2015

Menikmati Panorama Kawah Ijen Banyuwangi

Kawah Ijen Banyuwangi, Mari NGEtrip kali ini menerima kiriman cerita lagi dari Mbak Nevyta yang ngetrip ke Kawah Ijen Banyuwangi dengan teman-temannya. langsung saja ya berikut pengalamanya. 

Hay friends !! gimana nich kabar ngetrip kalian ??!!! Kali ini saya mau sharing perjalanan saya ke kawah ijjen Banyuwangi nich !! Nah saya dan teman2 merencanakan perjalanan ini setelah momen wisuda kami beberapa bulan lalu..kami memutuskan ingin melihat pemandangan cantik yang sering dikatakan sebagai blue fire di Kota Banyuwangi.
Foto By : Nevyta

Kita membuat jadwal berkumpul dirumah saya dan berangkat pukul 19.30..karena terjadi suatu kegitan lain yang tidak direncanakan oleh teman saya rizal,rusit, najib dan ade  akhirnya mereka baru muncul di rumah saya pada pukul 21.00 dan kita baru meluncur pada pukul 21.30…kami melakukan perjalanan memakai rute jombang-mojokerto-pandakan-probolinggo-bondowoso-banyuwangi..perjalanan terasa ajaib karena keseruan dan keramaian teman saya ade dan rusit yang terus melawak di dalam mobil..dan tidak terasa akhirnya saya pun tertidur..saat terbangun kami sudah berada di bondowoso, kami mampir di sebuah masjid untuk sholat subuh..setelah sholat subuh kami melanjutkan perjalanan menuju kawah ijen..

Pagi hari terasa menyenangkan melihat pemandangan yang masih asri, udaranya yang masih sejuk dan segar dan akhirnya teman saya yang bernama rusit tidak sabar ingin jogging sebentar sambil melihat pemandangan yang indah disekitar kami..dia pun berjoging ria sedangkan kami mengikutinya dari belakang sambil tetap berada di dalam mobil (sungguh nunjukin gak suka olahraga dan terasa sedikit kejam yaa..)

Setelah perjalanan sekitar 1 jam kami sampai di posko pertama dan mendaftar sebagai pengunjung..di pos tersebut terdapat banner yang menunjukkan beberapa tujuan yang bisa disinggahi selain kawah ijen..ada yang dinamakan bukit teletabis, area outbound dan masih banyak yang lainnya. Setelah istirahat dan foto2 sekitar 15 menit, kami pun melanjutkan perjalanan, dalam perjalanan kami pun melawati posko wisatawan lagi untuk kedua kalinya, setelah itu kami juga melewati sebuah desa kecil dimana rumah2 yang ada terlihat seperti rumah2 dinas bagi pegawai perhutani yang melaksanakan tugas ditempat tersebut.

Tidak lama dari itu kami pun sampai di lokasi…dan kami juga sedikit kecewa karena kami tidak bisa menikmati pemandangan bluefire yang disebut2 itu. Sesampainya disana kami melihat sekeliling kami dimana banyak wisatawan baik dari dalam ataupun luar negri yang singgah disini untuk menikmati keindahan alam banyuwangi, ada juga beberapa orang yang memilih mendirikan tenda disana untuk bermalam..
Foto By : Nevyta

Setelah sarapan kami berangkat menuju lokasi kawah..seperti biasa perjalanan yang tidak mudah pun kami lakukan, mendaki gunung lewati lembah (semacam lagu anime) itulah yang kami lalui, dalam perjalanan pendakian kami tidak bisa terlepas dari lalu lalangnya para pendaki harian yang setiap hari naik turun gunung untuk mencari sulfur, hasil sulfur yang mereka dapat akan di setorkan ke produsen dan sebagian mereka olah sendiri menjadi beberapa karya pahat.

Perjalaan kami pun terasa agak menyedihkan karena saya dalam keadaan yang kurang fit..mungkin karena saya sedikit manja (alias sakit) maka tiga teman saya (rizal, najib dan ade) berjalan terlebih dahulu, dan yang setia menemani saya berjalan perlahan tinggal 2 orang (deni dan rusit). Meskipun kurang fit tapi saya menikmati perjalan pendakian kami karena pemandangan yang luar biasa sungguh SubhanaAllah ciptaan Allah.
Foto By : Nevyta

Dengan keadaan saya yang kurang fit akhirnya kami sampai di kawah setelah mendaki kurang lebih 3 jam..padahal sebenarnya hanya diperlukan waktu 2 jam (maaf ya friends). Dan sungguh luar biasa pemandangan di puncak sungguh membuat hati tidak berhenti berdecak kagum, meskipun kami tidak kebagian blue fire tetapai kami menikmati pemandangan di puncak. Udara yang semriwing dingin namun terik mataharinya panas tidak dapat mengalahkan kekaguman kami mensyukuri nikmat Allah yang telah diciptakan. Sesampainya di puncak kami langsung melakukan ritual seperti biasa, apalagi kalau bukan foto2, dan yang tidak ketinggalan adalah foto selfie2 dan juga foto grofie ..
Foto By : Nevyta

Sekitar 1 jam kita berada di puncak, setelah itu kami berjalan turun setelah cukup puas menikmati keindahan di kawah, perjalanan pulang terasa sungguh tenang karena sudah tidak ada wisatawan lagi yang lalu lalang, hanya ada beberapa penambang yang turun gunung karena sudah waktunya kembali kerumah. Perjalanan turun kami lewati hanya sekitar 1 jam. Setelah sampai mobil kami istirahat sebentar sekitar 30 menit, dan melanjutkan perjalanan kembali.
Foto By : Nevyta

Dari kawah ijen kami menuju ke Pantai Papuma yang ada di Kota Jember. Untuk cerita kali ini semoga menjadi inspirasi buat kalian ya friends..tunggu cerita kami selanjutnya tentang Papuma yaaaa..see you and thanks !!! Mari NGEtrip dan terus lestarikan keindahan alam dan wisata Indonesia.

Foto dan review kawah ijen by : Nevyta

Teman-teman yang lain yang ingin berbagi penglamannya NGEtrip bisa di kirim via e-mail (MariNGEtrip@gmail.com),,

Friday, June 12, 2015

Pesona Bromo | Negeri Di Atas Awan (Part II)

Pesona Bromo | Negeri Di Atas Awan (Part II). Assalamualaikum trip er, setelah sebelumnya kita membahas tentang Pesona Gunung Bromo, kali ini saya akan melanjutkan tentang wisata di Gunung Bromo. Mari NGEtrip.

Foto Pemandangan Dari Gunung Bromo
Foto By : Me

Setelah kami puas menyaksikan sunrise di penanjakan Bromo tujuan kami berikutnya adalah ke kawah gunung Bromo. Perjalanan kembali melalui jalan yang berliku dan menurun dengan sangat curam. Setelah sampai di lautan pasir, terlihat banyak sudah mobil-mobil jeep terparkir di kawasan yang sejauh mata memandang sepertinya hanya dipenuhi oleh lautan pasir dengan dinding terjal yang mengelilinginya. Untuk mencapai kawah Gunung Bromo hanya ada dua pilihan, jalan kaki atau naik kuda.
Foto Naik Kuda Di Gunung Bromo
Foto By : Me
Beberapa pemilik kuda dengan cepat menyambut kami dan menawarkan jasa dengan biaya bervariasi sampai di bawah tangga menuju kawah. Mereka adalah orang-orang suku Tengger yang memang berdiam di sekitar Gunung Bromo. Suku Tengger adalah keturunan langsung dari kerajaan Majapahit. Nama Tengger konon adalah nama yang diambil dari putri Roro Anteng dan suaminya Joko Seger. Mereka berdua adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang memilih untuk menyepi di kawasan gunung Bromo.
Pada awalnya kami memutuskan untuk tidak menggunakan kuda menuju ke kawah gunung Bromo. Matahari belum terlalu terik, dan udara cukup sejuk. Kami memilih untuk berjalan kaki saja. Di Segara Wedi atau lautan pasir itu ada sebuah pura Hindu bernama Pura Luhur Poten. Pura ini adalah pura utama tempat warga suku Tengger melalukan ritual keagamaan mereka termasuk upacara Yadnya Kasada yang bisa berlangsung selama sebulan penuh. Pura ini dibangun dengan bahan utama batu hitam yang banyak terdapat dari gunung berapi di sekitarnya.
Jalan menuju kawah gunung Bromo tidak masalah, mendaki menuju kawahnya barulah jadi masalah. Kira-kira seperempat perjalanan menuju tangga ke kawah ujian berat mulai menghadang. Jalanan menjadi sangat terjal dan betul-betul menguras tenaga. Ini diperparah dengan landasan yang berupa pasir, jelas makin membuat langkah semakin berat.
Untuk menuju ke tepi kawah gunung Bromo ada tangga beton yang juga cukup terjal. Jumlahnya mungkin sekitar 250 anak tangga. Jadi setelah bersusah payah mendaki kita masih harus menaiki 250 anak tangga sebelum bisa tiba di tepi kawah. Beruntung karena meski matahari mulai terik udara tetap terasa sejuk.
Foto Pemandangan Dari Gunung Bromo
Foto By : Yunus
Semua perjuangan berat jalan mendaki dan menaiki anak tangga itu akan terbayar lunas ketika tiba di atas. Kapan lagi bisa menyaksikan kawah gunung langsung dari tepiannya. Kawah Gunung Bromo memang masih aktif, bau belerang tercium samar-samar ketika angin membawanya ke arah kita. Bukan hanya pemandangan kawah itu yang menyejukkan mata, tapi pemandangan alam sekitarnya juga begitu menakjubkan.
Foto Pemandangan Dari Gunung Bromo
Foto By : Me

Foto Kawah Gunung Bromo
Foto By : Yunus

Selain Kawah Gunung Bromo ada juga lokasi yang bisa anda kunjungi yaitu Padang Savana dan Pasir Berbisik, di mana kedua tempat ini juga menyimpan ke indahan yang luar biasa. Namun sayang sekali kami belum sempat ke sana karena kondisi fisik yang sangat tidak mendukung. Mudahan lain waktu bisa ngetrip ke Gunung Bromo lagi dan bisa membahas Pesona Gunung Bromo lagi. Hehe Mari NGEtrip.

Foto Personel NGEtrip Ke Gunung Bromo
Foto By : Me 

Foto Bunga Edelweis Gunung Bromo
Foto By : Yunus

Friday, June 5, 2015

Pesona Bromo | Negeri Di Atas Awan (Part I)

Pesona Bromo Negeri Di Atas Awan (Part I). Assalamualikum Trip-er, sudah NGEtrip kemana minggu ini atau mau ada rnecana kemana? kalau belum punya rencana MariNGEtrip aja ke Gunung Bromo,hehe. Kenapa saya memberi judul tulisan kali ini dengan "Pesona Bromo, Negeri Di Atas Awan (Part I)" karena yang pertama tidak dipungkiri lagi bahwa kawasan Gunung Bromo merupakan tujuan wisata yang sangat indah. Wisata Bromo mampu menyuguhkn pemandangan-pemandaangan alam yang sangat bagus.Kemudian saya menambahkan judul "Part I" karenan saya yakin keindahan wisata Gunung Bromo tidak akan habis dalam sekali posting, makanya pasti nanti bakal muncul Part II atau bahkan selanjutnya heh. yuk MARI NGETRIP.

 Pemandangan dari penanjakan Gunung Bromo
Foto By : Yunus

Bromo adalah salah satu objek wisata yang sudah terkenal baik di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara karena Bromo memiliki pemandangan yang sangat indah. Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bromo berada di ketinggian sekitar 2.392 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai kawasan wisata Bromo, ada empat pintu masuk utama yaitu Desa Cemorolawang (Probolinggo), Desa Wonokitri (Pasuruan), Desa Ngadas Tumpang (Malang), dan Desa Burno (Lumajang).

Kali ini saya dan rombongan berangkat dari Kota Kediri menuju Pasuruan, kami berencana beristirahat dulu di rumah saudara salah satu anggota rombongan sebelum berangkat ke Gunung Bromo. Setelah cukup istirahat kami berangkat sekitar jam 01.00 dini hari dan tiba di pintu masuh sekitar jam 03.00. Udara di sini benar-benar sangat dingin, terlebih lagi sebelumnya sempat turun hujan. Setelah mampir di toilet sebentar kami langsung melanjutkan perjalanan menuju puncak penanjakan pertama. Yah di sini merupakan salah satu spot yang cocok bagi yang ingin menikmati pemandangan matahari terbit.
 Pemandangan Fajar di Langit Bromo
Foto By : Me

Saat kami tiba di penanjakan, lokasinya masih sangat sepi mungkin karena kami datangnya terlalu pagi hehe. Sambil menunggu matahari terbit kami menghangatkan diri dengan menyeduh mie instant dan juga kopi. Beberapa jam kemudian fajar mulai terlihat di langit Bromo, seiring itu juga pengunjung yang ingin menyaksikan Sunrise di Bromo juga semakin berdatangan. Pemandangan dari sini benar-benar sangat menakjubkan. Luasnya langit dihisai sinar fajar dan matahri yang mulai menunjukan cahayanya benar-benar luar biasa.

Pemandangan Langit Bromo
Foto By : Yunus


 Pemandangan Langit Bromo
Foto By : Yunus

Dan saat yang ditunggu-tunggu tiba, SubhanaAllahbetapa indahnya ciptaan Tuhan. Matahari perlahan-lahan mulai menunjukkan dirinya. Bener-bener indah Bro  pesona keindahan alam Gunugn Bromo benar benar tidak perlu diragukan lagi, sampai tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata mending mari NGEtrip aja langsung ke Bromo ,hehe.

Sunrise di Penanjakan Bromo
Foto By : Yunus

 Sunrise di Penanjakan Bromo

Foto By :Pita

Setelah matahari mulai meninggi, kamipun mulai melanjutkan perjalan menuju lautan pasir dan kawah Gunung Bromo. Tunggu kelanjutanya ya Bro.MariNGEtrip ke Gunung Bromo.
 Pemandangan Gunung Bromo Dari Atas Penanjakan
Foto By : Yunus

Wednesday, May 27, 2015

Omah Kayu | Not Just Tree House

Omah Kayu, Not Just Tree House. Assalamualaikum trip-er, lanjut NGEtrip ya gan..kali ini saya ajak kalian ke kota Batu Malang. Ada banyak tempat wisata di kota ini salah satunya yang sudah saya kunjungi adalah “Omah Kayu” dalam bahasa Indonesia artinya rumah kayu.

 Foto By : Me


Tempat ini berada di  area Taman Wisata Gunung Banyak atau yang lebih dikenal dengan nama Bukit Paralayang, yang menyediakan wisata paralayang, flying fox dan pemandangan indah kota Batu dan sekitarnya yang bisa Anda nikmati.
Foto By : Me

Omah Kayu sendiri adalah sebuah penginapan sederhana yang terbuat dari papan kayu yang dibangun di pohon-pohon. Omah Kayu ini kurang lebih hanya mampu untuk menginap 2-3 orang saja. Namun begitu nilai lebihnya adalah pemandangan yang sangat indah karena letak Omah Kayu yang berada sekitar 1.340 meter di atas permukaan laut.

 Foto By : Me

Rute yang saya ambil untuk NGEtrip ke Omah Kayu ini dari Kediri saya lewat pare kemudian mengikuti jalan sampai ke Batu tepatnya daerah Songgoriti, sampai songgoriti Anda bisa tanya daerah paralayang kepada warga sekitar pasti sudah pada tahu soalnya tempat ini memang sudah terkenal. Tiket masuk ke Omah Kayu cukup murah hanya sebesar Rp.5000/orang.

Foto By : JelajahWista

Ada baiknya Anda menginap di Omah Kayu sekalian karena pemandangan malam hari dari Omah Kayu ini sangat-sangat indah. Anda hanya perlu membayar tarif sewa menginap di Omah Kayu sebesar 350 ribu rupiah per malam. Dijamin anda tidak ingin malam anda di Omah Kayu cepat berlalu karena pemandangan yang luar biasa Indah.

Foto By :InfoSonggoriti

Oke sekian dulu pembahasan saya tentang Omah Kayu, bila anda ke Malang sempatkan menginap atau paling tidak berkunjung ke Omah Kayu ini, Mari NGEtrip dan terus lestarikan keindahan alam dan wisata Indonesia.