Showing posts with label danau. Show all posts
Showing posts with label danau. Show all posts

Saturday, January 30, 2016

Menikmati Panorama Telaga Warna Dari Atas Batu Ratapan Angin, Dieng

Menikmati Panorama Telaga Warna Dari Atas Batu Ratapan Angin, Dieng. Assalamualaikum trip-er, kali ini Mari NGEtrip akan mengajak kalian NGEtrip ke Dieng dengan foto-foto kiriman dari Mbak Azizah. Apa yang terlintas pertama kalai di benak trip-er semua saat mendengar kata Dieng. Sebagaian besar mungkin akan menyebutkan destinasi wisata seperti Telaga Warna, ya wisata Telaga Warna ini memang sudah sangat dikenal luas oleh para wisatawan. Bahkan saat saya mencoba googlingdengan kata kunci Dieng, yang muncul pertama adalah foto-foto dari Telaga Warna ini, jadi kayaknya memang sudah sangat terkenal destinasi ini. Kali ini Mari NGEtrip juga akan membahas tentang Telaga Warna ini, namun kita menikmati pemandangan Telaga Warna dari atas, tepatnya dari Batu Ratapan Angin.

Foto By : Azizah

Batu Ratapan Angin adalah dua buah batu besar yang berdampingan dan terletak di atas bukit yang berlokasi di sekitar Dieng Plateau Theatre. Batu Ratapan Angin juga dikenal dengan nama Batu Pandang karena dari atas batu ini trip-er semua bias menikmati pemandangan yang keren dari sini. Untuk asal mula nama Batu Ratapan Angin sendiri adalah dulu ada pemuda yang sedang galau dan merenung di atas Batu Pandang Dieng ini dengan di tiup semilirnya angin yang kencang di atas, itulah yang kemudian menjadi asal nama Batu Ratapan Angin.


Foto By : Azizah

Untuk menuju Dieng dari kota Wonosobo masih 26 KM atau bisa di tempuh dengan waktu kurang lebih 45 menit sampai 1 jam perjalanan. Untuk bisa sampai ke Batu Ratapan Angin, trip-er memerlukan sedikit perjuangan karena harus mendaki sekitar 50 meter dan juga dengan membayar biaya retribusi sekitar 10 ribu per orang. Tapi dijamin tak akan rugi karena pemandangan dari atas sangat Indah. Perubahan warna dua danau ini dari Batu Pandang Ratapan Angin tergantung dari cuaca dan musim, jika trip-er berkunjung ke Batu Ratapan Angin ini di bulan kemarau tentunya akan semakin berbeda dan semakin mencolok dan akan sebaliknya di musim penghujan.

Foto By : Azizah


Nah, sekian dulu ya reviewtentang Menikmati Panorama Telaga Warna Dari Atas Batu Ratapan Angin, terimakasih untuk Mbak Azizah atas sharefotonya, di tunggu foto-foto NGEtrip selanjutnya, hehe. Mari NGEtrip dan terus lestarikan keindahan alam dan wisata Indonesia.

Monday, January 25, 2016

Menikmati Kesegaran Sumber Sirah, Gondanglegi Malang

Menikmati Kesegaran Sumber Sirah, Gondanglegi Malang. Assalamualaikum trip-er, apa kabar nih? Semoga baik-baik saja yes. Mari NGEtrip ke Ngalamalias Malang, karena arek malang terkenal dengan cirri khas kalau bicara dibalik-balik gitu, unik ya. Sudah banyak juga postingan Mari NGEtrip yang membahas tempat-tempat wisata di Malang, dari mulai air terjun maupun wisata Pantai. Namun kali ini Mari NGEtrip akan coba membahas tempat wisata lain, tempat ini diberi nama Sumber Sirah, cekidot.

Sumber Sirah Malang Wisata Indonesia
Foto By : Yusron Ihsan

Sumber Sirah bisa dibilang adalah sebuah lembah yang dikelilingi pepohonan rindang dan sawah-sawah. Sumber Sirah merupakan salah satu tempat wisata di daerah Malang tepatnya di Desa Sumberjaya, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Yang menjadi daya tarik di Sumber Sirah adalah selain kondisi airnya yang jernih, di Sumber Sirah Malang trip-er juga dimanjakan dengan pemandangan rerumputan air tawar sejenis Hydrilla yang masih terjaga kelestariannya. Dengan kedalaman maksimal sekitar 1,5 meter, Sumber Sirah Malang menyuguhkan pengalaman snorkling air tawar ala Gondanglegi yang takkan terlupakan.

Sumber Sirah Malang Wisata Indonesia
Foto By : Yusron Ihsan

Tidak sulit untuk mencari lokasi Sumber Sirah ini. Rute untuk menuju Sumber Sirah kalau dari Kepanjen lewat Kendalpayak Pakisaji luruslah ke utara, nanti sebelum Indomaret ada pertigaan, ikuti petunjuk arah Krebet Bululawang lalu belok ke kanan. Melewati jembatan sungai Brantas, jalur ini merupakan jalan alternatif menuju Bululawang. Lurus terus ke timur, setelah melewati perempatan kenceng aja hingga ketemu pertigaan lalu belok ke kiri. Ada perempatan jalan kampung belok ke kiri dari situ terus aja hingga menemui jalan terjal di ladang. Jika bingung, jangan sungkan untuk tanya pada penduduk sekitar dimana letak Sumber Sirah desa Sumber Jaya berada. Oiya, medannya cuma bisa dilewati oleh kendaraan roda 2, kalau bawa mobil mending mobilnya di parkir di rumah penduduk lalu jalan kaki. Kalau hujan jalannya jadi sedikit licin, perlu ekstra hati-hati melewati jalan tersebut. Turunan lumayan tajam hingga kamu bisa melihat kilauan air dibawah.

Sumber Sirah Malang Wisata Indonesia
Foto By : Yusron Ihsan

Dikarenakan lokasinya di pedesaan dan Sumber Sirah Gondanglegi sendiri merupakan tempat umum warga sekitar untuk kebutuhan pengairan, tidak heran jika untuk menikmatinya tidak dipungut biaya apapun. Sumber sirah juga sangat cocok sebagai tempat santai karena di sini udaranya sejuk dan pepohonan sekitar yang masih hijau nan lebat. Di Sumber Sirah trip­-er bias bernang atau snorkeling sepuasnya untuk menikmati pemandangan bawah air yang keren. Bagi yang tidak bisa berenang, Anda tidak perlu khawatir karena di lokasi Sumber Sirah Malang terdapat persewaan pelampung dengan tarif sekitar Rp.2000 untuk anak-anak dan Rp.3000 untuk orang dewasa.

Sumber Sirah Malang Wisata Indonesia
Foto By : Yusron Ihsan

Gimana? Tertarik untuk bersantai di sini? Sekian dulu ya review tentang Sumber Sirah. Mari NGEtrip dan terus lestarikan keindahan alam dan wisata Indonesia.

Sumber Sirah Malang Wisata Indonesia
Foto By : Yusron Ihsan

Sumber :
- Foto By Yusron Ihsan
- Malang-guidance.com

- Djombie.blogspot.co.id          

Tuesday, December 15, 2015

Pesona Keindahan Telaga Rambut Monte, Blitar

Pesona Keindahan Telaga Rambut Monte, Blitar. Assalamualaiku trip-er. Mari NGEtrip ke Kota Blitar lagi. Kali ini Mari NGEtrip baru mendapatkan kiriman foto dari mas Andri yang kebetulan sedang NGEtrip ke Blitar, ke salah satu tempat wisata yang juga menjadi cagar budaya di Blitar, yaitu Rambut Monte.

rambut monte blitar
 Foto By : Andri

Rambut Monte merupakan sebuah tempat wisata bersejarah sekaligus cagar budaya di Blitar yang terletak di lereng Gunung Kawi, tepatnya di Desa Krisik Kecamatan Gandusari Kab. Blitar. Sekitar 40 – 60 menit perjalanan dari Kota Blitar. Rute untuk menuju tempat wisata Rambut Monte ini adalah dari Blitar Kota trip-er bisa menuju timur ke arah Malang melalui Garum – Talun – Wlingi. Dari Wlingi lanjutkan menuju arah Desa Semen – Tulungrejo – Krisik. Setelah ini ada petunjuk arahnya menuju Rambut Monte, sehingga anda tidak akan kesulitan menemukan jalannya. Jarak antara Kota Blitar ke lokasi Rambut Monte sekitar 39 Km dan perkiraan lama perjalanan adalah 1 jam. Semakin mendekati Rambut Monte, kita akan disuguhi pemandangan hamparan luas kebun teh dan sawah warga yang begitu  dan menyejukkan.

rambut monte blitar
 Foto By : Andri

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Rambut Monte bukan hanya sekedar tempat wisata melainkan juga sebagai cagar budaya. Hal ini karena di Rambut Monte terdapat sebuah candi bersejarah yang sering digunakan umat Hindu untuk bersembahyang pada saat hari keagaamaan.
Selain candi tersebut, yang menarik dari Rambut Monte adalah sebuah telaga dengan air yang sangat jernih ditambah warna biru tosca di tengah telaga yang sangat unik. Merurut cerita warga sekitar bahwa warna biru tersebut konon berasal dari seorang yang tidak memiliki keturunan yang bernama mbah monte. Beliau mempunyai dua orang murid dan suatu ketika beliau kecewa terhadap tindakan dari kedua muridnya yang telah menyalahgunakan ilmu yang sudah diajarkannya. Singkat cerita akhirnya mbah monte pun murka dan membakar pohon-pohon yang berada di sekitar danau. Pohon-pohon tersebut konon berubah menjadi ikan dewa sedangkan kedua muridnya menjadi dua mata air yang berada di dalam telaga rambut monte. Namun secara ilmiah warna biru yang ditimbulkan dari merupakan adanya kandungan mineral yang keluar dari dua sumber mata air di dalam telaga. Di Telaga Rambut Monte juga  terlihat puluhan ikan berwarna hitam keabu-abuan berukuran sekitar tiga puluh sentimeter berenang pelan sana kemari. Tak jarang beberapanya memperlihatkan siripnya ke permukaan seperti ikan hiu. Penduduk sekitar menamainya ikan dewa, ada pula yang menyebutnya ikan Senggiring.

rambut monte blitar
 Foto By : Andri

“Percaya nggak percaya, jumlah ikan di sini tidak pernah bertambah apalagi berkurang.” terang Pak Kasno (Juru Kunci Rambut Monte). Penduduk sekitar meneruskan amanat dari leluhurnya dan terus mempercayai bahwa ikan yang ada di dalam danau tidak boleh ditangkap apalagi disantap. Tidak ada yang berani melanggar peraturan tersebut. Hanya malapetaka yang akan datang jika ada yang nekad membuang sesuatu apalagi menangkap ikan di danau.

rambut monte blitar
 Foto By : Andri

Karena kawasan Rambut Monte sudah dikelola oleh pemerintah, saat triper ingin memasuki kawasan ini akan dikenakan biaya retribusi sekitar Rp.3000 dan biaya parkir mulai dari Rp.1.000. Demikan review singkat mengenai wisata Rambut Monte di Blitar, terimakasih buat mas Andri atas foto-fotonya. Mari NGEtrip dan terus lestarikan keindahan alam dan wisata Indonesia.


Friday, November 6, 2015

Danau Kaolin, Keindahan Alam Dari Belitung

Danau Kaolin, Keindahan Alam Dari Belitung. Assalamualaikum trip­-er, tak terasa sudah mau akhir pekan lagi nih. Kali ini Mari NGEtrip akan mengajak kalian NGEtrip ke Belitung. Sebelumnya Mari NGEtrip pernah membahas salah satu surge tersembunyi di Belitung ( Baca : BebilaiBeach, The Hidden Paradise ). Kali ini yang akan kita bahas adalah Danau Kaolin ( Blue Lake Kaolin ).

blue lake kaolin
Foto By : Duen Gems
Sesuai namanya, Danau Kaolin merupakan danau yang terbentuk di area-area bekas penambangan kaolin atau clay yang menjadi salah satu kekayaan tambang Belitung. Sedikit info saja, sejak 1851 penambangan timah di Belitung dimulai oleh John Francis Loudon, di mana dengan seiring berjalannya waktu penambangan lain pun dilakukan yakni kaolin. Kaolin merupakan sejenis tanah liat hasil pelapukan batu granit yang digunakan sebagai bahan pembuatan plastik, kertas hingga karet, dan Belitung adalah salahsatu daerah dari sekian banyak daerah di Indonesia yang memiliki cadangan Kaolin terbesar. Namun saat ini penambangan di tempat ini sudah tidak beroperasi seperti sediakala. Lambat laun ternyata, lobang tersebut di penuhi oleh air, baik itu dari air hujan maupun dari sumber mata air di dasar lubang galian. Jika masyarakat belitung,sering menyebut lubang bekas galian dari proses tambang baik timah maupun kaolin yag sudah terisi air ini, dengan sebutan “kolong” atau “kulong”. Kini,melalui proses secara alami, kolong tersebut terbentuk seakan seperti danau buatan yang memiliki keindahan yang menakjubkan.

blue lake kaolin
Foto By : Duen Gems
Danau Kaolin terletak di Desa Air Raya Tanjungpandan, Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Lokasi danau Kaolin ini masih terbilang dekat dengan pusat Kota Tanjungpandan. Bila trip-er semua menggunakan pesawat,. Setelah Anda turun dari pesawat di TanjungPandan, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit berkendara ke arah Tanjung Pandan untuk sampai dan melihat Danau Kaolin yang berada di pinggir Jalan Murai. Disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena minimnya angkutan umum. Karena  Danau Kaolin ini belum dikelola sebagai tempat wisata, maka tidak ada retribusi yang harus dibayar untuk masuk ke kawasan Danau Kaolin ini. Hal ini juga membuat di Danau Kaolin ini teidak terdapat fasilitas umum, namun apabila trip­-er semua mencari penginapan tidak usah kuatir, karena di Kota Tanjungpandan banyak terdapat berbagai penginapan atau hotel dengan bervariasi harga.

blue lake kaolin
Foto By : Duen Gems
Danau Kaolin ( Blue Lake Kaolin ) memiliki warna daratan yang putih bersih bak salju dan air yang berwarna biru menyala. Karena bukan berasal dari kawah gunung berapi, maka di Danau Kaolin ini trip­-er tidak akan mencium bau belerang atau senyawa kimia berbahaya lainnya. Untuk airnya pun tergolong aman, karena air disini tidaklah panas. Terbukti masih banyak aktifitas warga dan anak-anak yang sedang menggunakan air danau atau mandi di danau. Kondisi ini menjadikan wisatawan yang berkunjung tidak hanya bisa menikmati pemandangan saja, tetapi juga bisa bermain ataupun berenang menikmati segarnya air Danau Kaolin. Sebagian besar warga mengatakan dengan air di Danau Kaolin ini kulit jadi lebih halus dan lembut, namun ini belum ada penelitian lebih lanjut.

blue lake kaolin
Foto By : Duen Gems
Pemandangan di Danau Kaolin begitu mempesona. Timbunan-timbunan galian seperti bukit disekitar area danau yang sekilas seperti gunung salju karena berwarna putih layaknya gunung-gunung salju di Eropa. Daratan bawah danau yang tertutup oleh air seperti lekukan seekor binatang yang sedang melintas, apabila air sedang surut daratan tersebut akan kelihatan seperti gula putih yang bersih. Ditengah danau nampak sebuah daratan yang seakan menghubungan antar ujung danau. Di Danau Kaolin ini juga sangat cocok untuk huntingbagi yang hobby fotografi. Untuk berkunjung ke danau ini disarankan waktu pagi hari ataupun sore hari, karena siang hari akan panas karena jarangnya pepohonan lebat.

blue lake kaolin
Foto By : Duen Gems
Terakhir, di balik keindahan Danau Kaolin, timbul keprihatinan karena seperti yang sudah ditulis di atas bahwa danau ini merupakan bekas kegiatan pertambangan yang tentunya ini merusak alam sekitar. Satu sisi manusia membutuhkan energi alam untuk dapat bertahan hidup, namun disisi lain pertambangan menimbulkan kerusakan lingkungan jika tidak kembali direhabilitasi. Manusia secara cerdas mendapatkan energi, sekaligus menjadi virus paling berbahaya untuk melukai bumi. Mari kita jaga bumi kita, Mari NGEtrip dan terus lestarikan keindahan alam dan wisata Indonesia.

Sumber :
DuenGems, putrinyanormal.com, gosumatra.com, lovebelitung.wordpress.com

Saturday, August 29, 2015

Danau Matano, Salah Satu Danau Purba Di Dunia

Danau Matano, Salah Satu Danau Purba Di Dunia. Assalamualaikum trip-er, apa kabar? kali ini salah satu teman saya akan berbagi pengalamannya NGEtrip ke salah satu danau yang merupakan salah satu danau purba yang terletak di Indonesia yaitu Danau Matano.
Foto By : Erwin Ali

Danau Matano terletak di Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Danau yang diklaim sebagai yang terdalam di Asia Tenggara ini pesonanya gak bisa dipandang sebelah mata. Sorowako mulai terkenal sampai ke luar negeri setelah beroperasinya sebuah perusahaan tambang Nikel yang bertempat di wilayah ini dan diresmikan pada tahun 1977. Tambang Nikel ini merupakan salah satu tambang terbesar di dunia yang berasal dari Brazil dengan nama PT Vale Indonesia Tbk.
Foto By : Erwin Ali

Kabarnya Danau Matano juga merupakan salah satu danau purba yang terletak di Indonesia. Bagi orang yang menyukai olah raga selam, menyelam di danau Matano memiliki jarak pandang yang baik, ini dikarenakan airnya yang sangat jernih. Begitu jernihnya hingga jika kita masih berada tidak jauh dari tepian, kita bisa melihat dasar danau. Di danau ini pula kabarnya masih ditemukan, tumbuhan air dan binatang air yang endemic atau hanya ada di danau Matano.
Foto By : Erwin Ali

Akses menuju Sorowako bisa menggunakan kendaraan pribadi, bus dan pesawat. Dengan bus ber-AC bertarif Rp 220 ribu/orang dapat ditempuh selama 12 jam perjalanan. Jika ada dana lebih, bisa mencoba naik pesawat dari Makassar menuju Sorowako dengan tarif Rp 1,2 juta/orang, waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Jadwal penerbangan Makassar – Sorowako hanya sekali per hari dengan pesawat kecil Fokker 50 berkapasitas 40 penumpang. Yang sedikit sulit di Sorowako mungkin adalah penginapan yang layak dan memiliki harga yang sesuai. Penginapan bisa dengan mudah kita jumpai di Sorowako. Tapi harga yang harus dibayar seringkali membuat kita mengernyitkan dahi jika kita bandingkan dengan apa yang kita dapatkan.

Foto By : Erwin Ali

Oleh PT Vale Indonesia Tbk, di pinggiran Danau Matano telah dibuatkan beberapa fasilitas untuk menikmati pemandangan danau dan kesegaran airnya. Ada 3 tempat yang telah difasilitasi dan dibuka untuk umum yaitu Pantai Ide, Pantai Impian dan Pantai Salonsa. Untuk masuk ke pantai ini tidak dipungut biaya begitupun bagi yang ingin berenang di danau., Setiap hari-hari libur, ketiga pantai ini selalu ramai dikunjungi. Selain wisata pantai, para wiasatwan juga bisa menikmati jalan-jalan berkeliling danau dengan menggunakan kendaraan air khas daerah ini yang bernama katinting dan raft. Tidak hanya itu bagi penggemar diving dan selancar, juga bisa menyalurkan hobinya di danau ini karena sudah ada club yang menaunginya.
Foto By : Erwin Ali

Nah demikian review tentang Danau Matono. Terimakasih kami sampaikan pada Mas Erwin yang sudah mau berbagi foto dan penjelasannya tentang Danau Matano. Bagi yang ingi tanya-tanya lebih jelasnya bisa langsung hubungi Mas Erwin langsung bisa melalui Instagram (@ewink_ali) atau melalui Twitter (@ewink_ali)

Bagi teman-teman yang lain yang ingin berbagi cerita juga seperti Mas Erwin, bisa dikirim ceritanya via E-mail : MariNGEtrip@gmail.com. Mari NGEtrip dan terus jaga keindahan alam Indonesia !