Thursday, November 5, 2015

Menikmati Bandung Kota Kembang di Kebun Bunga Cihideung


Tak akan ada yang bisa tahan dengan keindahan Kebun Bunga Cihideung. Kebun yang menjadi perwujudan nyata Bandung kota kembang ini rupanya menawarkan pemandangan cantik bebungaan sejauh mata memandang. Bagi Anda yang sangat suka bunga, berada di tengah kebun ini jelas akan jadi sensasi tak terlupa. Bak di surga, warna-warni bunga akan menemani Anda. Bahkan, bukan hanya indah, koleksi bunga yang dimiliki taman ini juga sangat banyak. Tak bijak rasanya bila Anda sudah sering ke Bandung namun belum pernah mampir di kebun bunga ini. Apalagi bagi Anda yang sangat menyukai tanaman, khususnya dari kelompok tanaman hias yang bisa menghasilkan bunga cantik.

Yang makin menarik, wisata ke Kebun Bunga Cihideung bukanlah wisata “artificial” atau buatan. Disini, budaya menaman bunga benar-benar nyata. Nyaris semua rumah penduduk di Cihideung dilengkapi polybag tanaman hias. Menjadi petani bunga memang hal yang biasa wilayah ini. Sebagian besar atau hampir 80% penduduk Cihideung berprofesi sebagai petani bunga. Bunga-bunga tersebut pun sudah tersebar ke pelosok negeri hingga diekspor luar negeri. Jadi, bagi Anda yang sedang mencari bunga dekorasi atau gemar mengoleksi tanaman hias, bisa memanfaatkan kebun ini untuk menambah koleksi. Hampir semua bunga tersedia di Cihideung. Karena Anda langsung membeli di pusat produksi bunga tersebut, maka harga yang harus Anda bayarkan pun cenderung lebih terjangkau. 

Yang bisa Anda lakukan di tempat ini juga sangat banyak. Keindahan Kebun Bunga Cihideung dapat Anda eksplor dengan banyak cara. Anda bisa sekedar jalan-jalan menikmati koleksinya hingga bercengkerama bersama teman di antara keindahan tersebut. Mempelajari tanaman di tempat ini juga bisa menjadi pilihan menarik. Tak heran kebun ini kadang menjadi tempat kunjungan murid maupun mahasiswa yang ingin memperdalam ilmunya. Bagi yang suka berfoto selfie sendiri, jangan lupa siapkan kamera terbaik sebelum berangkat. Daripada memotret di tempat berbahaya untuk menghasilkan foto bagus, kebun bunga ini jelas merupakan alternative terbaik. Anda bisa memukau dengan background tak biasa, namun tak membahayakan sama sekali.

Keunggulan lain tempat wisata ini adalah akses menuju ke tempat tersebut yang tak sulit dijangkau. Untuk menuju Cihideung, Anda harus menuju tikungan Jalan Setiabudi-Sersan Bajuri. Area wisata ini berjarak sekitar 4,7 meter dari tikungan tersebut. lokasinya sendiri berada di dataran tinggi. Kebun Cihideung berada 1.100 meter di atas permukaan laut. Bagi Anda yang tak terbiasa dengan iklim dingin, jangan lupa membawa baju hangat karena udara begitu dingin. Namun dinginnya udara ini sebenarnya malah akan membuat suasana semakin klasik. Bayangkanlah menikmati cantiknya bunga berwarna-warni di tengah kabut tipis dan udara dingin. Terbayang begitu indah bukan? Karenanya, jangan lewatkan Keindahan Kebun Bunga Cihideung saat Anda ke Bandung.

Wednesday, November 4, 2015

Air Terjun Goa Tetes, Wisata Unik Di Lumajang

Air Terjun Goa Tetes, Lumajang. Assalamaualaikum trip-er. Sudah pernah NGEtrip ke Lumajang kah? Kalau belum, Mari NGEtrip ke Lumajang deh, di sini banyak juga tempat-tempat wisata yang keren. Diantaranya ada Air Terjun Tumpak Sewu dan Air Terjun Goa Tetes yang lokasinya berdekatan. Untuk postingan kali ini kita bahas dulu ya Air Terjun Goa Tetes. Dari namanya saja sudah unik, Air Terjun Goa Tetes, ini sebenarnya air terjun apa goa ya? Daripada penasaran langsung saja kita bahas di mari.

Air Terjun Goa Tetes, Lumajang
Foto By : Deni

Air Terjun Goa Tetes, Lumajang
Foto By : Deni
Air Terjun Goa Tetes adalah tempat wisata di Kota Lumajang yang berupa perpaduan antara goa dan air terjun. Goa Tetes sendiri memiliki keunikan berupa stalagtit dan stalagmit yang beraneka ragam warnanya yang membuatnya terlihat eksotis. Dan lagi tebing-tebing batu yang terbentuk di Goa Tetes ini berlapis dengan belerang sehingga menghasilkan warna kuning keemasan yang sangat unik. Apalagi dipadu dengan hijaunya lumut sehingga terlihat alami dan mengesankan.

Air Terjun Goa Tetes, Lumajang
Foto By : Deni
Air Terjun Goa Tetes secara administratife terletak di Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Air Terjun Goa Tetes berada sekitar 55km arah selatan dari Kota Lumajang yang dapat ditempuh dengan mengendarai kendaraan roda dua maupun roda empat. Goa Tetes terletak di perbatasan Lumajang-Malang yang bisa ditempuh menggunakan angkutan bus antar kota dari terminal Arjosari di Kota malang dengan tarif sekitar Rp.10.000,-,dengan perjalanan sekitar 2 jam. Karena letaknya yang dekat dengan perbatasan sebelah barat kabupaten Lumajang,maka akan lebih dekat jika chekpoint untuk menuju kesini lewat kota Malang. Dari jalan besar kita bisa berjalan kaki ± 1 km menuju lokasi goa tetes,setengah jalan menuju lokasi merupakan turunan curam dengan tangga batu yang lumayan baik,sehingga cukup mudah untuk mencapai lokasi,tetapi untuk kembali kita membutuhkan tenaga ekstra karena harus naik cukup tinggi. Bila anda menggunakan kendaraan pribadi tidak usah kuatir karena di sini juga tersedia jasa penitipan kendaraan dengan biaya sekitar 3.000 untuk kendaraan roda dua. Biaya masuk ke Air Terjun Goa Tetes adalah sebesar Rp. 2000 per orang, sangat murah bukan. Di sepanjang perjalan menuju Air Terjun Goa Tetes juga sudah terdapat banyak warung maupun tempat istirahat apabila Anda lelah.


Air Terjun Goa Tetes, Lumajang
Foto By : Deni
Di Air Terjun Goa Tetes terdapat puluhan air terjun mengalir dari puluhan mata air yang tersembunyi di balik bebatuan. Air disini tidak sekedar menetes tetapi memancar deras dan membentuk banyak alur air  terjun,bahkan air terjun lebih dominan untuk dilihat karena Goa Tetes sendiri berukuran tidak terlalu besar. Bebatuan disini terbentuk dari endapan kapur,karena itu bebatuan disini relatif tidak licin sehingga mudah untuk dipanjat sekalipun berlumut,tetapi saya sarankan untuk tetap berhati-hati saat memanjat. 

Air Terjun Goa Tetes, Lumajang
Foto By : Deni
Bagaimana trip-er, keren kan Air Terjun Goa Tetes ini? Sekian dulu ya review mengenai Air Terjun Goa Tetes di Lumajang, berikutnya kita bahas surge tersembunyi lainnya di Lumajang yaitu Air Terjun Tumpak Sewu. Mari NGEtrip dan jaga keindahan alam dan wisata Indonesia.

Punclut Bandung Sajikan Keindahan Kota dari Ketinggian


Indahnya Bandung dapat Anda nikmati lebih menawan di Punclut Bandung. Memang tempat ini tak begitu populer dibanding tempat wisata lainnya. Apalagi bila Anda berasal dari luar kota kembang. Namun bagi para remaja dan penjelajah Bandung, jelas Punclut bukan nama asing. Punclut atau Puncak Ciumbuleuit adalah wilayah dimana para mojang sering menghabiskan waktu menikmati keindahan kotanya. Keluarga lengkap dengan anak-anak yang tampak riang pun sering ditemukan bercengkerama asyik. Terletak di ketinggian lebih dari 1000 mdpl, memang membuat Punclut begitu menarik. Pemandangan indah yang luas dan menyegarkan menyambut Anda begitu sampai di tempat ini. Menghabiskan waktu di Puncak Ciumbuleuit jelas wajib Anda jadikan opsi kala bertandang ke kota pendidikan ini.

Hal yang bisa Anda lakukan di Punclut Bandung sendiri lumayan beragam. Utamanya, jelas Anda wajib menikmati sajian pemandangan indah kota Bandung. Dari ketinggian tempat ini, Anda bisa melihat jelas cantiknya lampu kala malam hari dan klasiknya langit oranye kala sedang sunset dan sunrise. Tinggal pilih saja waktu yang Anda sukai. Menghabiskan waktu di siang hari pun tak mengapa karena sajian pemandangan yang dihadirkan sama menariknya. Birunya langit dan beraraknya awan putih akan menemani Anda. Sembari menikmati keindahan cantik tersebut, jangan lupa mengisi perut di banyak warung lesehan. Dinginnya udara Bandung pun bisa Anda tangkal dengan seruputan minuman hangat dari teh panas atau bandrek, minuman khas Jawa Barat. 

Makanan yang disediakan di warung-warung lesehan sekitar Punclut Bandung sendiri sangat beragam. Namun pada dasarnya, Anda akan ditawari dengan ragam kelezatan makanan khas Sunda. Ada nasi timbel, nasi goreng, hingga nasi merah yang menjadi ikon khas Puncak Ciumbuleuit. Lauk yang tersedia pun sangat bervariasi. Selain ayam, gorengan, dan belut goreng, aneka seafood rupanya juga tersedia. Bagi pencinta cumi, pesan saja di warung yang menyediakan. Terdapat pula beragam sambal terasi hingga jengkol pedas yang akan membuat tubuh lebih hangat. Namun tentu bukan hal yang salah bagi yang ingin membawa bekal sendiri. Menyantap bekal yang dibawa di bawah langit gelap Punclut jelas merupakan gambaran wisata sederhana namun sangat menarik.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan Puncak Ciumbuleuit selain keindahannya adalah akses jalan yang tak begitu sulit. Untuk menuju tempat ini, Anda bisa mengambil jalur jalan Cihampelas ke arah Rumah Sakit (RS) Salamun. Selanjutnya, ikuti jalur menuju jalan Ciumbuleuit. Namun Anda harus hati-hati bila ingin mengunjungi tempat ini saat sedang akhir pekan. Ada kemungkinan, Anda terjebak dalam keramaian para wisatawan lokal maupun yang dari luar Bandung di tempat wisata ini. Bagi Anda yang ingin suasana lebih sepi, sebaiknya siapkan jadwal pada hari biasa, bukan weekend. Keindahan dan kesegaran alam Punclut Bandung pun bisa Anda nikmati lebih maksimal dan intim.

Tuesday, November 3, 2015

Embung Estumulyo, Destinasi Wisata Baru Di Nganjuk

Embung Estumulyo, Destinasi Wisata Baru Di Nganjuk. Assalamualaikum trip-er, melanjutkan NGEtrip kemarin masih dari Kota Nganjuk (Baca : Air Terjun SingoKromo, Air Terjun Yang Masih Alami Di Nganjuk). Kali ini tempat wisata yang kita bahas adalah Embung Estumulyo. Sekedar info saja embung adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait (sungai, danau). Embung digunakan untuk menjaga kualitas air tanah, mencegah banjir, estetika, hingga pengairan. Embung menampung air hujan di musim hujan dan lalu digunakan petani untuk mengairi lahan di musim kemarau.

Embung Estumulyo, Destinasi Wisata Baru Di Nganjuk
Foto By : Deni

Embung Estumulyo sendiri terletak di Desa Bulurejo, kecamatan Sawahan, kira-kira 25 kilometer dari tengah kota Nganjuk. Kecamatan Sawahan sendiri merupakan daerah pegunungan sehingga hawa di sana sangat sejuk. Rute untuk menuju Embung Estumulyo Nganjuk adalah  Dari alun-alun Nganjuk, lurus saja melewati jalan A Yani, sampai menemui Adipura Loceret, lalu belok kanan. Sampai ke kecamatan Berbek. Lalu belok kiri lurus aja naik gunung. Sampai Pasar Sawahan lurus terus. Beloklah ke kanan kalau sudah melewati pertigaan Hotel Sanggrahan. Lurus saja sampai menemui pertigaan. Belok kiri. Lurus sampai pertigaan lagi, belok kanan. Ikuti jalan sampai ke lokasi. Jalan menuju Embung Estumulyo ini sebagian besar sudah diaspal sehingga mudah untuk dilalui baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Embung Estumulyo, Destinasi Wisata Baru Di Nganjuk
Foto By : Deni

Karena Embung Estumulyo ini bukan merupakan tempat yang belum banyak dikenal orang dan belum dikelola sebagai tempat wisata, maka untuk masuk ke Embung Estumulyo ini tidak ada retribusi alias gratis. Walaupun gratis Embung Estumulyo mampu memberikan pemandangan yang sangat memukau, tak kalah dengan tempat-tempat wisata lain.

Embung Estumulyo, Destinasi Wisata Baru Di Nganjuk
Foto By : Deni

Di Embung Estumulyo ini juga terdapat perahu getek (perahu dari bambu), jadi apabila Anda menemui perahu ini Anda bisa berfoto-foto ria dengan background pemandangan yang keren. Di sini kita juga akan menjumpai beberapa warga yang sedang memancing seperti di bendungan-bendungan lain.


Embung Estumulyo, Destinasi Wisata Baru Di Nganjuk
Foto By : Deni

Bila Anda berkunjung ke Kota Nganjuk, luangkan waktu untuk NGEtrip ke Embung Estumulyo ini ya. Sekian review singkat tentang Embung Estumulyo di Nganjuk. Mari NGEtrip dan terus lestarikan keindahan alam dan wisata Indonesia.

Menikmati Jantung Kota Bandung di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani


Indahnya Bandung bisa Anda nikmati di Taman lalu Lintas Ade Irma Suryani. Siapa sangka di tengah pusat kota yang padat merayap ada taman kota yang begitu cantik. Keberadaan taman ini sekaligus merupakan perwujudan konsep Bandung sebagai kota dengan tata letak yang bagus. Meski wisata ke taman ini tak terlihat begitu spesial, namun justru disinilah Anda bisa mengenal Bandung lebih dekat. Jangan salah, banyak hal bisa Anda dapatkan disini selain sekedar bersenang-senang. Interaksi warga hingga keseharian kehidupan kota di Bandung bisa Anda alami langsung. Konon, liburan sejati adalah ketika Anda mau benar-benar mengenal daerah yang Anda kunjungi. Dan taman Lalin Ade Irma Suryani jelas memberikan itu.

Menjadi taman yang begitu menarik, tak mengindikasikan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani tak memiliki liku-liku kisah menarik. Dulunya, tama ini hanya berupa tanah kosong saja. Lahan tak terpakai itu kemudian dijadikan sebagai Insulidenpark pada 1925. Mundur ke belakang, pada 1915-1919, taman Lalin Ade Irma Suryani bahkan pernah dijadikan lokasi kegiatan militer. Lahan yang awalnya berupa rawa dikeringkan dan mulai ditumbuhi banyak pepohonan. Seiring berjalannya waktu, tempat itu pun dijadikan taman tropis. Diperkirakan ada 90 jenis tanaman keras dan berbagai bunga yang dimiliki taman ini pada 1925. Pergantian nama kembali terjadi hingga taman ini disebut taman Nusantara, yang kemudian berganti lagi menjadi Taman Lalu Lintas. 

Penamaan tersebut masih bertahan hingga saat ini dengan tambahan “Ade Irma Suryani”. Ade Irma sendiri adalah korban Gerakan 30 September. Untuk mengengangnya, namanya diabadikan sebagai nama sebuah taman. Selain banyak mendapatkan pergantian nama, Taman Lalu Lintas Ade Irma juga mengalami banyak pergantian pengelolaan. Salah satu titik menarik majunya taman ini ketika dibawahi Badan Keamanan Lalu Lintas (BKLL). Kala itu, taman ini dijadikan area untuk menanggulangi kenalakan remaja Bandung. Tempat ini pun dikhususkan sebagai tempat rehabilitas para berandal. Tak heran ada banyak sarana menarik disini yang bisa dinikmati pengunjung. Apalagi ketika taman ini dikembalikan fungsinya untuk mendukung Bandung sebagai Garden City.

Di taman ini sendiri, Anda bisa menikmati bervariasi kegiatan mengasyikkan. Anda bisa memanfaatkan indahnya taman bunga, gedung serbaguna, panggung terbuka, hingga fasilitas pendidikan dan rambu lalu lintas. Bagi para muslim yang ingin beribadah, taman ini juga telah menyediakan mushola tersendiri. Akses menuju taman ini juga sangat mudah karena terletak di jantung Bandung. Lokasi tepat taman ini berada di Jl. Belitung No. 1, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Di sela-sela waktu Anda ke Bandung, taman ini dengan mudah bisa menghibur Anda. Wisata yang juga banyak dihadiri warga lokal ini justru akan memberikan gambaran sendiri mengenai masyarakat Sunda Bandung. Jadi jangan lupa mengunjungi Taman Lalu Lintas Ade Irma Surya ketika Anda di kota kembang.

Monday, November 2, 2015

Air Terjun SingoKromo, Air Terjun Yang Masih Alami Di Nganjuk.

Air Terjun SingoKromo, Air Terjun Yang Masih Alami Di Nganjuk. Assalamualaikum trip-er, Mari NGEtrip ke Kota Nganjuk, kota yang dijuluki sebagai Kota Angin. Kali ini kita tidak akan membahas tentang julukan Kota Angin ini, tapi kita akan membahas tentang wisata yang ada di Kota Nganjuk. Mungkin yang sudah pernah ke Kota Nganjuk tidak asing dengan wisata Air Terjun Sedudo dan Air Terjun Roro Kuning. Namun yang akan kita bahas di sini bukan dua wisata tersebut, melainkan wisata Air Terjun Singokromo, air terjun yang masih belum banyak di kenal oleh orang.

air terjun baru nganjun singokromo
Foto By : Deni

Air Terjun SingoKromo terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Propinsi Jawa Timur. Peta dan Koordinat GPS: 7° 46′ 9.61″ S  111° 45′ 56.89″ E  . Nama SingoKromo sendiri berasal dari kata singo berarti “singa atau harimau” dan kromo yang berarti “kawin”. Konon katanya dahulu tempat ini merupakan tempat berkumpul dan kawinnya harimau di lereng Gunung Wilis, sehingga dikenal angker dan jarang ada manusia yang berani datang kemari.


air terjun baru nganjun singokromo
Foto By : Deni

Air Terjun SingoKromo berjarak sekitar 2,5 km ke arah selatan dari Kota Nganjuk atau sekitar 2 km di selatan Agro Wisata Ganter.  Jalan masuk ke Air Terjun SingoKromo ini terletak di dekat pertigaan yang jalannya menanjak 500 m dari loket masuk ke Air Terjun Sedudo. Kondisi jalan menuju ke Air Terjun SingoKromo sebagian belum diaspal, bahkan di beberapa bagian masih merupakan jalan setapak. Untuk sampai ke Air Terjun SingoKromo hanya dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan diperlukan sedikit ekstra tenaga karena kondisi medan yang masih alami. Bagi yang membawa kendaraan roda empat hanya sampai di tempat parkiran. Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak lebih kurang 500 meter atau 15 menit hingga tiba dilokasi air terjun berada.  Namun apabila tidak ingin berjalan kaki, Anda juga bisa menggunakan jasa ojek yang banyak di temui di parkiran atau di depan jalan tanah setapak menuju ke air terjun. Biaya ojek ke Air Terjun SingoKromo sekitar Rp.10.000.

air terjun baru nganjun singokromo
Foto By : Deni

Air Terjun Singokromo memiliki ketinggian hanya sekitar 20 meter dengan debit air yang cukup besar.  Kondisi Air Terjun Singokromo masih betul-betul alami.  Air terjun ini terletak tidak jauh dari Air Terjun Sedudo lebih tepatnya di bawahnya, jaraknya lebih dekat dari pintu masuk loket obyek wisata.


air terjun baru nganjun singokromo

air terjun baru nganjun singokromo
Foto By : Deni

Demikian review singkat mengenai air terjun yang terbilang masih baru dikenal oleh wisatawan di Nganjuk. Semoga kealamian air terjun ini bisa tetap terjaga. Mari NGEtrip dan terus jaga keindahan alam dan wisata Indonesia.

Sunday, November 1, 2015

Siliwangi Stadium, Kandang Angker Maung Bandung


Siliwangi Stadium merupakan stadion sepakbola bersejarah yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat milik Kodam III/Siliwangi. Sejak dibangun pertama kali, stadion yang beralamat di Jln. Lombok Bandung ini memang ditujukan untuk pembinaan jasmani, terutama bagi anggota Kodam III/Siliwangi. Namun, stadion berkapasitas 25.000 penonton ini kemudian identik sebagai kandang klub Persib Bandung. Banyak bintang sepakbola Persib Bandung yang lahir dari pembinaan yang dilakukan di Stadion legendaris tersebut. Bahkan, ada pameo yang mengatakan bahwa “jangan mengaku Boboth bila belum pernah menonton Persib di Siliwangi”.

Sejatinya, Siliwangi Stadium atau Stadion Siliwangi dibangun untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 24 Maret 1946 dan secara khusus didedikasikan untuk 200.000 lebih warga Bandung yang rela rumah dan hartanya habis terbakar dalam peristiwa bersejarah tersebut. Stadion ini sendiri dibangun tepat 8 tahun setelah peristiwa Bandung Lautan Api atas prakarsa dari Kolonel Inf. A. E. Kawilarang yang merupakan Panglima Tentara dan teritorium III. Lahan yang digunakan untuk membangun stadion adalah milik Kodam III/ Siliwangi. Biaya pembangunan stadion dikumpulkan dari potongan gaji tentara serta pegawai Kodam III/Siliwangi selama 2 tahun. Karena kontur tanah di kota Bandung adalah tanah liat, maka setiap hari Minggu 2 kompi pasukan Angkatan Darat diperintahkan mengambil tanah baru dari Lembang. Stadion tersebut akhirnya selesai dalam jangka waktu 2 tahun dengan tribun utama terbuat dari kayu.

Pada 1 Janurai 1956, Siliwangi Stadium diresmikan oleh Kolonel Inf. A. E. Kawilarang. Sebagai tanda peresmian, diadakan laga eksibisi antara Persib Bandung dengan Persija Jakarta. Pada tahun 1961, Pekan Olahraga Nasional atau PON V dibuka dan diselenggarakan di stadion ini. Pada 1 Januari 1976, Stadion kebanggan warga Bandung ini mengalami peremajaan. Proses peremajaan sendiri dimulai pada Desember 1975 dan selesai 6 bulan kemudian. Dalam peremajaan ini, rumput stadion diganti dengan Green Carpet yang diimpor dari Australia. Dan tepat pada HUT Kodam III/Siliwangi ke-30 atau pada tanggal 20 Mei 1976, Stadion Siliwangi kembali diresmikan.

Sayangnya, kondisi stadion kebanggan warga Bandung tersebut terbilang cukup memperihatinkan. Banyak pengamat olahraga yang menyatakan bahwa fasilitas stadion harus diperbaiki, terutama rumput yang digunakan. Banyak pemain sepakbola yang bermain di sana mengatakan bahwa lapangan stadion Siliwangi sangat keras sehingga mengganggu laju bola dan dapat mengakibatkan cedera. Oleh karena itu, pada bulan April tahun 2011, renovasi kedua dilakukan. Proyek ini akan menambah kapasitas stadion dari 25.000 menjadi 36.000 penonton.

Stadion Siliwangi adalah landmark Bandung, terutama bagi kalangan pecinta sepakbola. Bagaimana tidak, stadion ini adalah kandang salah satu klub sepakbola terbesar di Indonesia, Persib Bandung. Jadi, bagi Anda para penggila olahraga sepakbola yang kebetulan ada di Bandung, jangan lupa untuk berkunjung ke Siliwangi Stadium dan menyaksikan kemegahan stadion legendaris kandang Maung Bandung tersebut.