Wednesday, May 27, 2015

Omah Kayu | Not Just Tree House

Omah Kayu, Not Just Tree House. Assalamualaikum trip-er, lanjut NGEtrip ya gan..kali ini saya ajak kalian ke kota Batu Malang. Ada banyak tempat wisata di kota ini salah satunya yang sudah saya kunjungi adalah “Omah Kayu” dalam bahasa Indonesia artinya rumah kayu.

 Foto By : Me


Tempat ini berada di  area Taman Wisata Gunung Banyak atau yang lebih dikenal dengan nama Bukit Paralayang, yang menyediakan wisata paralayang, flying fox dan pemandangan indah kota Batu dan sekitarnya yang bisa Anda nikmati.
Foto By : Me

Omah Kayu sendiri adalah sebuah penginapan sederhana yang terbuat dari papan kayu yang dibangun di pohon-pohon. Omah Kayu ini kurang lebih hanya mampu untuk menginap 2-3 orang saja. Namun begitu nilai lebihnya adalah pemandangan yang sangat indah karena letak Omah Kayu yang berada sekitar 1.340 meter di atas permukaan laut.

 Foto By : Me

Rute yang saya ambil untuk NGEtrip ke Omah Kayu ini dari Kediri saya lewat pare kemudian mengikuti jalan sampai ke Batu tepatnya daerah Songgoriti, sampai songgoriti Anda bisa tanya daerah paralayang kepada warga sekitar pasti sudah pada tahu soalnya tempat ini memang sudah terkenal. Tiket masuk ke Omah Kayu cukup murah hanya sebesar Rp.5000/orang.

Foto By : JelajahWista

Ada baiknya Anda menginap di Omah Kayu sekalian karena pemandangan malam hari dari Omah Kayu ini sangat-sangat indah. Anda hanya perlu membayar tarif sewa menginap di Omah Kayu sebesar 350 ribu rupiah per malam. Dijamin anda tidak ingin malam anda di Omah Kayu cepat berlalu karena pemandangan yang luar biasa Indah.

Foto By :InfoSonggoriti

Oke sekian dulu pembahasan saya tentang Omah Kayu, bila anda ke Malang sempatkan menginap atau paling tidak berkunjung ke Omah Kayu ini, Mari NGEtrip dan terus lestarikan keindahan alam dan wisata Indonesia.

Tuesday, May 26, 2015

Pantai Patuk Gebang | Keindahan Tersembunyi di Balik Bukit

Assalamualakum TRIPers, ini posting pertama saya. Saya akan mengulas sedikit tentang salah satu pesona alam Indonesia yaitu Pantai Patuk Gebang. Langsung aja ya MariNGEtrip :)
Foto By : Me

Pantai Patuk Gebang terletak di provinsi Jawa Timur, tepatnya di kecamatan TanggungGunung Kabupaten TulungAgung. Ya memang TulungAgung merupakan salah satu kota yang memiliki banyak pantai-pantai indah, termasuk pantai-pantai yang belum terekspose luas. Salah satunya adalah Pantai Patuk Gebang ini.

Untuk rute menuju Pantai Patuk Gebang ini adalah saya berangkat dari Kediri, kemudian mengarah ke TulungAgung 

  • pertama-tama menuju kecamatan Boyolangu, setelah itu lanjutkan perjalanan menuju kecamatan Campur Darat. Waktu yang ditempuh sekitar 30 menit dari kota Tulungagung. 
  • Setelah anda sampai di pasar Campur Darat, terdapat papan petunjuk arah bertuliskan arah lurus ke Trenggalek dan arah kiri ke Tanggunggunung. Ambil arah belok ke kiri, ikuti saja jalan raya sampai bertemu SMA 1 Campur Darat. Setelah melihat SMA 1 Campur Darat, anda akan menemui pertigaan dan terdapat papan petunjuk arah ke kiri menuju Tanggungunung. Belok kiri dan ikuti jalan sampai ketemu kecamatan tersebut. Waktu yang ditempuh kurang lebih 15-30 menit. 
  • Sampai di kecamatan Tanggunggunung, tanya ke penduduk sekitar arah petunjuk menuju pantai Sanggar. Akan lebih mudah jika anda bertanya di mana letak lokasi SMP 1 Tanggunggunung. 
  • Setelah ketemu SMP 1 Tanggunggunung, ambil arah belok kanan dan ikuti saja jalan yang beraspal sampai mentok. 
  • Ketika anda sudah tidak menemui jalan beraspal, anda bisa bertanya ke penduduk sekitar kalau kurang yakin. Anda akan diarahkan terus saja menyusuri jalanan rusak sampai bertemu jembatan yang terdapat petunjuk arah menuju pantai Sanggar. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 30-45 menit. 
  • Setelah sampai di desa terakhir, terdapat petunjuk arah bertuliskan pantai Sanggar. Anda mungkin agak ragu dengan petunjuk arah tersebut, karena mengarahkan anda ke jalan yang sangat sempit sekali seperti gang. Jalan tersebut hanya cukup dilewati maksimal 1 mobil. Jika anda membawa mobil, maka kendaraan anda maksimal berhenti di desa terakhir. 
  • Setelah itu anda melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dengan waktu tempuh sekitar 45-60 menit. Jika membawa motor, anda dapat meneruskan perjalanan dengan kendaraan anda sampai lokasi pantai. Catatan kepada pengendara motor, apabila situasinya sedang hujan maka lebih baik anda titipkan saja motornya di desa terakhir dan lanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Karena kondisi jalanan menuju pantai Sanggar adalah tanah liat, lebih aman jika tidak berkendara.

Nah setelah sampai di Pantai Sanggar, ada baiknya anda beristirahat sejenak karena perjalanan ke Pantai Patuk Gebang masih sangat melelahkan,hehe. Pantai Patuk Gebang sebenarnya lokasinya sejajar dengan Pantai Sanggar, namun kedua pantai ini dipisahkan oleh bukit yang hanya bisa dilalui dengan “Jalan Kaki” . Jadi mungkin karena itulah Pantai Patuk Gebang masih sangat minim pengunjungnya.

Setelah istirahat silakan lanjutkan jalan kaki menuju Pantai Patuk Gebang, anda bisa bertanya kepada penjual di warung-warung mengenai arahnya. Jangan lupa membawa bekal yang banyak,hehe. Setelah kurang lebih 1 jam hiking ditambah istirahat, akhirnya sampai juga di Pantai Patuk Gebang, SUBHANAALLAH . .betapa indahnya ciptaan Tuhan. Mungkin itu yang anda katakana ketika melihat Pantai Patuk Gebang ini, airnya yang jernih ditambah pemandangan bukit dan pasir yang indah membuat anda tidak akan puas untuk menikmatinya. Ada tips bagi anda yeng berasal dari jauh, ada baiknya Anda membawa tenda dan bermalam di pantai ini, dijamin tidak akan rugi.

Foto By : Me 
Tidak hanya pantainya saja,namun di sini juga ada sebuah tebing yang anda bisa menaikinya untuk melihat pemandangan sedikit dari atas. Di sinilah tempat yang palling indah untuk menikmati pemandangan Pantai Patuk Gebang. Apabila Anda beruntung, Anda akan melihat deburan ombak menghantam tebing dengan sangat indahnya .
 Foto By : Me 

Foto By : Me

Sudah ya gaes, aku tidak bisa banyak mencertitakan keindahan Pantai Patuk Gebang ini, ada baiknya Anda segera saja NGEtrip ke sana ,hehe. Bila Anda ada yang ditanyakan anda bisa hubungi saya via e-mail,saya akan senang hati membantu dengan GRATIS alias FREE hehe . Jangan lupa ya hati-hati dan tetap jaga keindahan alam Indonesia kita. Salam NGEtrip

Sunday, May 24, 2015

Kedai Kopi Gunung, Jadi Tempat Nongkrong Yang Asyik Buat Backpacker di Cianjur

Yeah.. Akhirnya saya menemukan suasana nyaman buat nongkrong asyik buat melepas penat atau untuk transit saat saya pulang kampung.

Tempat Asyik Buat Nongkrong

Kedai Kopi Gunung Cianjur
Anak muda zaman sekarang memang seolah menjadi trend untuk kata "nongkrong", tak heran banyak bermunculan kedai-kedai atau pun warung yang disetting sedemikian rupa dibuat nyaman untuk nongkrong. Mulai dari fasilitas wifi, colokan, dan minuman ringan menjadi poin inti yang dibutuhkan buat nongkrong. Nah  Kedai Kopi Gunung memiliki semuanya, uniknya bagi kalian yang suka travelling, tempat ini adalah tempat terbaik dan menurut saya yang pertama di Cianjur yang mengangkat tema travelling.

Pada hakikatnya meski temanya travelling, tapi menurut saya tempatnya bisa dipakai untuk kegiatan apa saja. Parkiran yang luas dan keramahan foundernya membuat saya betah berlama-lama ngopi disini.

Jadi bagi kalian yang kebetulan lewat atau ada acara di Cianjur sebaiknya luangkan waktu untuk menikmati Sensasi Kopi Duren, menu andalan Kedai Kopi Gunung.

Diskusi Sharing Tentang Trip Maupun Backpacking

Haiyah,, ini menjadi poin penting bagi saya yang memang benar-benar hobi travelling. Sampai lupa waktu saking asyiknya diskusi tentang ngetrip dan ngomongin destinasi-destinasi menarik di Indonesia yang belum pernah saya datangi bahkan destinasi yang belum pernah dengar sebelumnya. Dan berharap suatu saat bisa ngetrip bareng dan memajukan pariwisata di Cianjur.

Nampaknya Mr. Mendelut Away founder dari Kedai Kopi ini seolah mebebar racun ngetrip kepada anak muda Cianjur buat merasakan sensasi nikmatnya ngetrip dan backpacking. Dari obrolan-obrolan 

Jadi, kalian boleh temuin foundernya buat belajar atau diskusi tentang backpacking lebih jauh.

Lalu, kemudian melihat fenomena bahwa Cianjur masih termasuk minim trend ngetripnya, maka Mr. Mendelut Away berinisiatif mendirikan Backpacker Cianjur dan kedai kopi ini dijadikan markas untuk Backpacker Cianjur. Keren lah pokoknya, kayaknya bakal jadi persinggahan jika saya pulang kampung ke Cianjur.

Dan Saya sebagai asli orang Cianjur, mendukung sekali diadakan Komunitas Backpacker Cianjur.

Kopi Duren, Menu Andalan Kedai Kopi Gunung

Kopi Duren

Hemm.. gimana ya rasanya rasa kopi dicampur rasa durian ? Bikin mabok gak ya ? haha nggak lah wenak si iyah.. Perpaduan rasa kopi dan durian bercampur membuat lidah saya sedikit mengecap rasa yang unik. Termasuk aromanya, maknyoss..

Harganya juga masih terjangkau buat saya sebagai backpacker, segelas kopi dan segudang pengalaman bisa didapatkan disini.

Info Alamat & Nomor Telepon
Kedai Kopi Gunung
Jl. Aria Wiratanudatar (Arwinda), Ruko Gadung Permai No. 14 (Setelah Rider 300 Cianjur)
HP. 085794957776

Wednesday, May 20, 2015

Liburan di Bali Selama 4 Hari 3 Malam, Perut Kenyang, Belanja Puas, Duit Juga Boncos

Yah.. 4 hari berlibur di Bali jadi pengalaman berharga. Sebuah pengalaman yang menjadikan cerita hidup kian barwarna.

Bali menjadi destinasi pilihan bagi para pelancong, sebuah sorga dengan keunikan nuansa alam dan keramahan penduduknya. Saya beserta teman kantor mencoba menjajal liburan di Bali selama 4 hari 3 malam.

Bali, Indonesia
Trip Ke Bali

Penginapan di Bali:

Bagi backpacker seperti saya, ini merupakan perjalanan paling boros dan paling mahal. Kenapa tidak, kali ini saya memilih untuk menginap di hotel ketimbang ngemper di jalanan, hotel yang berada di kawasan paling ramai di Bali, yaps.. kami menginap di Maxi Hotel di Jalan Legian.

Maxi Hotel, Restaurant and Spa merupakan tempat menginap yang berada di pusat hiburan malam di Legian, Bali. Dengan fasilitas WiFi gratis, kolam renang dan restaurant serta parkir gratis.

Persis di depan hotel berjejer diskotik maupun bar yang semakin pagi semakin ramai, menginap di kawasan ini serasa menjadi turis di negara sendiri, jelas saja karena di kawasan ini dipenuhi dengan bule yang lalu lalang di sepanjang jalan.

Untuk biaya sewa kamar permalam, kami booking melalui Agoda seharga Rp. 400.000/malam untuk kamar kapasitas 3 orang. Lebih murah jika booking langsung ke pihak hotel yang harganya mencapai Rp. 700.000/malam.

Destinasi Wisata Di Bali

Selama 4 hari perjalanan di Bali, kami mengunjungi tempat-tempat yang terkenal di Bali, meski pada awalnya saya ingin mengunjungi tempat yang belum terjamah, tetapi dikarenakan teman yang lain ada yang belum pernah ke Bali jadi saya ikut saja yang penting liburan.. :D

Hari Pertama :
Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Kintamani, sembari makan siang dengan view Gunung Batur dan Danaunya yang mempesonakan mata. Saya lupa nama restaurant nya apa, dan makan sepuasnya di restaurant ini dihargai Rp. 80.000/orang.

Kintamani, Bali
Kintamani, Bali
Puas makan siang dan foto-foto, kemudian kami bergegas mengunjungi Bali Pulina di Ubud, sebuah resto dengan view undakan sawah serta sensasi Kopi Luwak yang ajib membuat saya betah berlama-lama disana. Oya, di kawasan ini juga disediakan board dan kapur untuk kamu curat-coret sekedar memberi ucapan untuk teman dekatmu.

Bali Pulina, Ubud.
Sensasi Kopi di Bali Pulina, Ubud.
Terakhir di hari pertama, kami makan malam di Jimbaran, sederet restoran sudah siap menggoda lidah kalian jika berkunjung kesini. Jika bisa sampai lebih sore, di kawasan ini kamu bisa mendapatkan view sunset yang keren abis, sayangnya kami kemarin tiba di lokasi ini sudah gelap. Gak apa apa, mari kita coba makan malam romantis di Jimbaran untuk malam ini.

Hari Kedua :
Seusai puas bersantai dan berenang di Hotel, hari ini kami bergegas untuk cari makan dan kali ini kami makan di Made's Warung, Konon tempat makan ini merupakan legenda kuliner di Bali, yah tempatnya sih unik, tapi dari segi rasa bagi saya biasa saja, menang porsi nya aja. Banyak banget menn..

Setelah kenyang, kemudian mengunjungi pusat oleh-oleh Agung Bali, nyok kita belanja dulu kakah.. Kaos, Celana, Dll kita hajar buat berenang besok :D Kemudian seusai belanja, kami mengunjungi kerabat yang punya restaurant Sop Kepala Ikan di Jl. Maluku II Denpasar. Yah mari kita makan-makan lagii.. :D

Sore hari menjelang sunset, kami bergegas ke Tanah Lot untuk menikmati view disana. Rame sekali di sini mungkin pas karena momen libur panjang banyak orang memanfaatkan waktu berkunjung ke kawasan ini. Pengalaman yang sangat berkesan di kawasan ini adalah obrolan bersama penjaga kedai kopi yang membuat kami lupa waktu hingga larut malam. Ia mengajarkan kebaikan, memberikan ilmu tentang kopi serta tentang ketuhanan dan filsafat kehidupan, setelah puas kemudian kami kembali ke Hotel untuk mencoba makan malam di Restoran Hotel.

Sunset Tanah Lot, Bali
Tanah Lot, Bali
Hari Ketiga :
Seperti biasa, kami bersantai di Hotel, baru kemudian kami eksplore. Yah sarapan kali ini jatuh pada Bebek Tepi Sawah, di Kawasan Krisna Kuliner. Woow rasanya endessss pengen nambah tapi harganya nyoss..

Destinasi awal adalah ke Pantai Pandawa, pantai dengan view tebing di perjalanan. Di kawasan pantai ini kebanyakan warga lokal, suasananya lumayan ramai dan bagi saya pantainya kurang begitu bagus. :D mungkin kalo sepi cocok lah untuk bersantai. Disini kami hanya jajan es kelapa saja sambil sedikit main pasir. Disini juga kita bisa coba sewa canno untuk berkegiatan :D

Pantai Pandawa Bali
Pantai Pandawa
Perjalanan kemudian bergegas ke Pantai Dreamland, pantai yang dengan pesonanya membuat saya sedikit terkagum. Banyak turis asing disini, disuguhi lagu disko kemudian menceburkan diri serta bermain surfing membuat beban terasa lepas. Ditambah dengan warna keemasan sunset di sore harinya menjadikan liburan semakin lengkap.

Pantai Dreamland Bali
Pantai Dreamland, Banyak Bikini :D
Oke, dikarenakan tiba di Hotel lebih siang dari biasanya, kita sedikit berjalan-jalan di sepanjang Legian dan tibalah di BeachWalk untuk makan malam.. Hemm... pergi kemanapun tetep ada mall yang dikunjungi juga.

Hari Ke Empat :
Hari terakhir, check out Hotel, kemudian kami manfaatkan untuk hunting oleh-oleh dan belanja. Dari Hotel, kali ini kita sarapan plus makan siang di Ayam Betutu, kemudian dilanjutkan perjalanan menuju Pasar Sukowati, kemudian ke Jogger dan terakhir ke Pusat Oleh-oleh Krisna.

Seusai belanja masih banyak waktu tersisa dan kami putuskan untuk leha-leha di Kuta sambil nunggu sunset kemudian makan malam terlebih dahulu di Restaurant Dewi Sri sebelum perjalanan dilanjutkan ke Bandara.


Monday, May 18, 2015

Kisah Seru Trip 2 Orang Perempuan Yang Terdampar Di Stasiun Pasar Turi

Alkisah diceritakan ada 2 orang wanita yang terdampar di suatu kota..sebut saja kota itu surabaya..

Sabtu siang mereka sudah berada di stasiun kereta api, padahal kereta mereka berangkat minggu malam nya, tak ada seorangpun yang dikenal slama berada di lokasi sekitar stasiun itu, mereka lalu lalang gak jelas entah mau kemana. Keril pun ditinggal di ruang tunggu stasiun saat mencari makan..lalu mreka bertemu dengan 9 orang sesama pendaki juga. Lalu ketika mereka berdua kembali ke ruang tunggu apa yang terjadi ??

jreng jreng.... 

Pintu teralis ruang tunggu sudah tertutup tidak terlihat keril mreka di tempat nya..haah..dimanakah keril berada ?

"Sudah diamankan oleh petugas" kata bapak yang bersih-bersih di ruang tunggu.."Sudah disiarkan, dipanggil-panggil siapa yang kehilangan 2 tas keril tapi ga ada yang datang mbak" Jawabnya.

2 wanita itu pun tertawa terbahak-bahak saat mengambil keril yang diamankan petugas..
malam pun smakin larut lalu tidur dimanakah 2 wanita itu ?

Pasang tenda..yesss..tenda..
Tenda anak tiri pun berdiri di area stasiun.. di sudut pintu gerbang dekat pojokan atm, kopi singgallang, roti o dan alfa mart dan di bawah speaker..
ngecamp nenda di pos terakhir ‪#‎shelterpasarturi‬ namanya.

Alhasil gegara pasang tenda dan lalu lalang, mereka jadi dikenal sama petugas, porter, orang-orang bahkan penjaga kamarmandi..hahahaa.. "memalukan tp enjoy aj sih" katanya.

Cerita fb : Lady Iyahut

Mendirikan Tenda

Ngetrip

Thursday, April 23, 2015

Lembah Kasih Mandalawangi Nan Romantis Dalam Pendakian Gunung Pangrango

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar. Terimalah, dan hadapilah” (Mandalawangi Pangrango, Soe Hok Gie, 19 Juli 1966)
Kutipan puisi di atas, mengisyaratkan sendunya Lembah Kasih Mandalawangi Pangrango, Jawa Barat. Dan puisi itulah yang membuat saya menggebu untuk bisa mengunjunginya. Dan di April 2015 adalah dimana Tuhan telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa menghirup nuansa aroma keromantisannya.

Kabut sendu menyelimuti relung nadi dalam diri, perjalanan ke Pangrango adalah perjalanan yang penuh dengan cinta, cinta yang membuat kami lebih erat dan lebih dekat, cinta yang membuat kami lebih kuat untuk menapaki setiap pijakan di sepanjang perjalanan, termasuk kuat membopong basoka yang segede gaban. Yah.. disitulah kami bertemu dan di perjalanan itulah kami menguntai cerita.

Lembah Mandalawangi Pangrango
Foto : Fb Group Ango Adveture

Antara Itinerary Awal dan Kenyataan Di Lapangan

Kondisi di lapangan lebih penting dari sekedar ego
Tercatat 24 orang peserta di pendakian kemarin plus 1 orang peserta tambahan jadi total 25 orang. Berasal dari daerah berbeda, dari latar belakang yang berbeda dan juga dengan ketampanan dan kecantikan yang beda-beda juga. Kami menyatu dalam sebuah perjalanan menuju romantisme Lembah Kasih Mandalawangi. Yeps.. awal mula di rencana awal kami bisa ngecamp di Mandalawangi namun di kenyataan karena situasi dan kondisi kami hanya sanggup sampai di Kandang Badak saja, meski dalam diri ini sebenarnya sangat berharap bisa merasakan ngecamp di Mandalawangi, namun berjalan bersama berbeda dengan berjalan sendirian, ada yang lain yang perlu kita pertimbangkan daripada ego kita sendiri.

Dan ini Itinerary Aslinya kurang lebih begini
Day 1
23.00 - 02.30 : Otw Cibodas
02.30 - 06.00 : Istirahat

Day 2
06.00 - 16.00 : Nanjak ke Kandang Badak
16.00 - 21.30 : Tektok Kandang Badak - Puncak Gede
21.30 - 06.00 : Istirahat

Day 3
06.00 - 08.30 : Sarapan, dll
08.30 - 12.30 : Puncak Pangrango dan Lembah Mandalawangi
12.30 - 14.00 : Foto-foto dan istirahat
14.00 - 17.00 : Turun dari Pangrango ke Kandang Badak
17.00 - 19.00 : Packing
19.00 - 23.30 : Turun Kandang Badak - Cibodas
23.30 - 01.30 : Nunggu kumpul semua

Day 4
01.30 - 04.00 : Perjalanan Cibodas - Jakarta
04.00 - 05.00 : Sahur & Solat subuh
05.00 - 07.30 : Istirahat Bobo
07.30 - Selesai : NGANTOORRRRR

Tragedi Mabok Basoka

Tunggu dulu, yang dimaksud basoka disini bukanlah meriam atau geranat, basoka yang saya sebut disini adalah tenda yang udah gak muat dimasukin kedalam packingan dan akhirnya diikat di luar carrier yang menyerupai senjata. Yah, dan dikarenakan teman ada yang tepar akhirnya kebagian juga mabok basoka.

Zona Penuh Ranjau

Orang tukang makan seperti saya agak susah kalo ngeliat makanan, pengennya ngemil mulu alhasil perut penuh dan pencernaan yang luar biasa lancar.. OMG bayangin rasanya nahan cepirit dari mulai Puncak Pangrango sampe sepanjang perjalanan akhirnya ogut gakuat dan nyari lapak..

Dan setelah itu alhasil jadilah bulan-bulanan warga akibat ranjau yang katanya baunya ampe kecium hingga radius puluhan kilometer.

So, totally.. saya suka perjalanan kemarin..
Trims, Ango Adventure yang sudah menjadi bagian dari cerita perjalanan saya kemarin.
See you di trip selanjutnya.. :D

Puncak Pangrango
Foto From : Om Gewe


Wednesday, April 15, 2015

Air Terjun Riam Merasap, Bengkayang Kalimantan Barat | Persembahan buat bumiku "Bumi Sebalo"

Jika di Amerika terdapat Niagara, Maka di Indonesia ada Curu Malela dan juga Air Terjun Riam Merasap
Air terjun Riam Merasap merupakan obyek wisata alam yang berupa air terjun. Tempat ini berada di desa Batang Air, kecamatan Sanggau Ledo, Kab. Bengkayang provinsi Kalimantan Barat.

Dari Kota Pontianak Riam Merasap bisa ditempuh dengan lama perjalanan selama kurang lebih sekitar 8 jam dengan jarak tempuh sekitar 300 km.

Air Terjun Riam Merasap (Foto : akun facebook Dewi Safitri)
Sedangkan jarak tempuh dari kecamatan Sajingan Besar, Sambas adalah sekitar 15 kilometer, dari pusat kota Bengkayang sekitar 62 km, dari sebelah timur kota Singkawang sekitar 130 km, dan dari perbatasan Indonesia-Malaysia hanya berjarak 10 km. Air terjun Riam Merasap juga cukup banyak didatangi warga Malaysia.

Air Terjun Riam Merasap memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan lebar sekitar 8 meter dengan air jernih yang mengalir disana dan panorama rimba tropis khas Kalimantan yang membuat air terjun ini semakin indah. Tidak jauh dari aliran air terjun Riam Merasap, ada satu buah aliran air terjun lagi yang bernama Riam Naik Kubik dengan ketinggian sekitar 8 meter yang juga memiliki panorama yang mengagumkan.

Pemerintah setempat memanfaatkan air terjun ini sebagai sumber listrik sehingga dibangun PLTA, dikarenakan debit air yang tinggi. Tak heran jika banyak orang menganggap Air Terjun Riam Merasap ini merupakan miniatur dari air terjun Niagara yang ada di Amerika Serikat.

Di kawasan ini, pengunjung juga bisa menikmati sensasi Rappeling dan Arum Jeram, sungguh bakalan jadi petualangan yang sangat mengesankan.
Air Terjun Riam Merasap (Foto : akun facebook Dewi Safitri)
CONTACT PERSON :
Yang tertarik untuk berkunjung ke tempat ini, saya rekomendasikan teman-teman untuk menghubungi Dewi Safitri melalui akun facebooknya. Beliau akan membantu kalian untuk bisa mencapai kawasan ini.

Lihat video kegiatan di Riam Merasap berikut ini ! Kereeennn !!!